"High Heels" di Masa Muda, Sakit Kaki di Hari Tua

Kompas.com - 04/03/2011, 18:34 WIB

KOMPAS.com - Di masa muda, sepatu high heels mungkin akan membuat kaki terlihat lebih jenjang, seksi, dan menimbulkan percaya diri. Tetapi, diam-diam, mengenakan sepatu hak tinggi di masa muda ternyata bisa mengakibatkan masalah di hari tua.

Sebuah studi menunjukkan bahwa, mereka yang salah mengenakan sepatu hak tinggi di waktu muda, dalam arti, yang tidak memiliki sokongan tepat di telapak kaki bisa merasakan sakit atau masalah pada kaki di hari tuanya. Hal ini lebih banyak dialami oleh wanita ketimbang pria, lebih karena pilihan sepatu yang diambil oleh pria di masa muda lebih baik untuk kesehatan kaki.

Masalah pada telapak kaki dan ujung jari adalah 20 alasan terutama bagi orang dewasa usia antara 65-74 tahun mengunjungi dokter, namun para peneliti mengatakan, masih sedikit diketahui alasan mengapa hal ini terjadi.

Studi yang dipublikasikan dalam Arthritis Care & Research mengungkap, para peneliti mencari tahu efek pemilihan alas kaki 3.378 orang dewasa. Para peneliti ditanyakan apakah mereka pernah merasakan sakit, ngilu, atau kekakuan di satu atau kedua kaki. Mereka juga diminta memberikan informasi tipe sepatu yang mereka gunakan di usia-usia tertentu. Mereka diminta menilai tipe sepatu dari beberapa tipe, yakni, Bagus (sepatu risiko rendah, untuk olahraga), Rata-rata (sepatu berisiko rendah, seperti sepatu boots kerja, sepatu spesial), dan Buruk (alas kaki yang tak punya struktur atau sokongan, seperti high heels atau sandal).

Hasilnya menunjukkan, 19 persen pria dan 29 wanita seringkali menggeneralisir sakit pada kaki. Wanita yang sering mengenakan sepatu bagus di masa muda 67 persen tidak melaporkan sakit pada kaki ketimbang mereka yang mengenakan sepatu rata-rata.

Meski dibutuhkan riset lebih mendalam, wanita muda sebaiknya lebih bijaksana memilih sepatu untuk menghindari sakit kaki di masa depan, atau setidaknya persering peregangan kaki untuk mengurangi efek sakit akibat high heels, jelas salah seorang peneliti, Alyssa B. Dufour, dari Boston University School of Public Health.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau