Soal LPI, Nurdin Minta KONI Mengambil Sikap

Kompas.com - 04/03/2011, 20:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum PSSI Nurdin Halid meminta Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo mengambil sikap yang tegas terkait keberadaan Liga Primer Indonesia (LPI).

Kamis (3/3/2011) dini hari, FIFA memberi keputusan terkait keberadaan LPI. Berdasarkan situs resminya, FIFA meminta PSSI untuk bisa mengontrol LPI karena, jika tidak, PSSI bisa dijatuhi sanksi.

"Kami meminta bantuan agar KONI/KOI mengambil sikap soal LPI yang sesuai dengan peraturan yang berlaku karena kita sudah mendapat ancaman FIFA. Karena, jika dihukum, nantinya kita tak bisa ikut SEA Games, Pra-Olimpiade, dan juga masih ada Pra-Piala Dunia. Tentu KONI/KOI sebagai induk olahraga harus mengambil sikap yang tegas," ujar Nurdin di kantor KONI/KOI, Jumat (4/3/2011).

Sementara itu, Rita sendiri mengaku akan mencoba untuk menjadi jembatan komunikasi yang baik antara PSSI, LPI, dan juga Menpora.

"KONI akan memfasilitasi pertemuan dengan LPI, PSSI, untuk duduk bersama Pemerintah dan Menpora dan mencari solusi atas masalah yang sedang terjadi," tegas Rita.

Nurdin melanjutkan, PSSI siap membuka diri untuk berdiskusi dengan LPI. Namun, ini tak berarti LPI bisa seenaknya dan langsung setara dengan ISL.

"Kami akan membuka dialog mencari jalan keluar dan berdiskusi dengan PT Liga Indonesia sebagai otoritas kompetisi. Tapi, LPI harus memulai dari divisi terbawah karena peraturannya memang seperti itu," tuntas Nurdin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau