Bbm langka

BBM Langka, SPBU Kebanjiran Kendaraan

Kompas.com - 04/03/2011, 21:14 WIB

KOTABARU, KOMPAS.com - Ratusan mobil angkutan umum dan angkutan pribadi kembali antre bahan bakar minyak jenis solar di jalur Trans Kalimantan antara Kotabaru-Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Di daerah Kabupaten Kotabaru, Tanah Laut dan Banjarmasin, Jumat (4/3/2011) sebagian besar mobil yang mengantre BBM tersebut adalaah jenis truk dan sebagian mobil pribadi dan angkutan umum.

"Sebagian armada sudah ada yaang mengantre solar sudah sejak pagi," kata salah satu pengusaha angkutan umum Akhsin.

Sebagian SPBU, yang ada di jalur Trans Kalimantan yang panjangnya sekitar 260 km itu kehabisan BBM jenis solar sejak pagi.

"Jika ada SPBU yang masih memiliki stok lebih, SPBu tersebut pasti dijejali ratusan mobil truk pengangkut barang," ujarnya.

Aksin yang memiliki sejumlah bus tersebut mengaku lebih baik ikut mengantre solaar daripada membeli solar eceran di pinggir-pinggir jalan.

Selain harganya lebih murah, kualitas solar dari SPBU lebih baik daripada solar eceran dengan harga kisaran Rp 6.000-Rp 7.000 per liter.

Bahkan pengusaha muda itu menganjurkan para sopir yang membawa armadaanya untuk tetap membeli solar di SPBU dan tidak membeli solar eceran, meski antrean cukup panjang dan memakan waktu hampir setengah hari.

Biasanya, dalam kondisi antrean cukup panjang panjang di banyak SPBU digunakan kesempatan oleh oknum dengan menjual solar berkualitas kurang baik.

Abah Desi, warga Kotabaru yang hendak menjenguk keluarganya di Banjarmasin dengan menggunakan mobil pribadi itu juga enggan membeli BBM eceran yang dijual di pinggir-pinggir jalan.

Sayang kendaraan, dikhawatirkan kualitas BBM yang dijual eceran itu kurang baik.

"Karena jika kendaraan rusak, biayanya jauh lebih mahal dibandingkan dengan waktu yang tersita untuk mengantre BBM," terang dia.

Pemasaran Pertamina Regional Kalimantan Selatan, Heri Prasetyo, hingga kini belum berhasil dikonfirmasi terkait terjadinya antrean BBM di beberapa SPBU di jalur Trans Kalimantan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau