Bakteri

Susu Terkontaminasi Juga Ada di Korsel

Kompas.com - 05/03/2011, 01:35 WIB

SEOUL, KOMPAS.com - Badan karantina nasional Korea Selatan mengatakan pada Jumat (4/3/2011) bahwa susu formula setempat telah ditemukan terkontaminasi bakteri berbahaya yang dapat menyebabkan keracunan makanan.

Bakteri staphylococcus aureus, juga dikenal dengan golden staph, ditemukan dalam susu formula Absolute Premium Plus-2 produksi Maeil Diaries Co., kata Badan Nasional Penelitian Penyakit Hewan dan Karantina (NVRQS).    

Bakteri ditemukan dalam susu yang diproduksi dari pabrik Pyeongtaek, 70 kilometer selatan Seoul, Februari 6, kata badan tersebut.    

Staphylococcus aureus merupakan bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan, infeksi kulit ringan dan dalam kasus tertentu, dapat menyebabkan radang paru-paru, meningitis dan sindrom shok racun. Gejalanya antara lain mual, muntah, diare dan sakit perut, yang umumnya dokter obati dengan antibiotik.    

Maeil telah memproduksi 49.774 kaleng susu formula -- 39.819,2 kilogram -- yang kadaluarsa pada 5 Agustus 2012. Dari jumlah yang terproduksi tersebut, 12.060 kaleng masih dalam gudang penyimpanan perusahaan susu tersebut dan belum terjual. "Perintah penarikan produk telah diumumkan untuk 37.714 kaleng yang sudah ada di pasaran, dengan mengatakan ke konsumer agar mengembalikan susu formula kembali ke toko atau pembuat," kata NVRQS.     Provinsi Gyeonggi, tempat pabrik Maeil berada, telah diberitahu untuk mengambil tindakan administrasi terhadap perusahaan tersebut dan menerapkan langkah pencegahan, katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau