Kelalaian rumah sakit?

Keluarga Maureen Laporkan RS ke Polisi

Kompas.com - 05/03/2011, 17:18 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kekesalan Linda Kurniawati (33) dan Budi Kuncahya (39), orangtua Maureen (8 bulan), korban dugaan malpraktik di RS Awal Bros, akhirnya memuncak

Setelah tidak mendapatkan iktikad baik dari pihak rumah sakit, Budi dan Linda melaporkan dokter RS yang diduga menyebabkan dua ruas jari kelingking Maureen putus. "Sudah kami laporkan ke Polda Metro Jaya, dari Polda dilimpahkan ke Polres Tangerang," ungkap Linda, Sabtu (5/3/2011), saat dijumpai Kompas.com di Perumnas II, Cibodas Baru, Tangerang, Banten.

Linda mengaku kesal lantaran dokter RS yang selama ini merawat Maureen tampak lepas tangan dengan kondisi buah hati satu-satunya tersebut. "Dulu dia sangat care sama Maureen sering telepon-teleponan untuk konsultasi. Sekarang telepon kami tidak pernah diangkat dan sudah ganti nomor sepertinya," keluh Linda.

Selain itu, pihak manajemen rumah sakit pun juga tampak tak mau bertanggung jawab dan mengakui kesalahannya. "Tidak ada pengakuan salah, mereka hanya bilang itu adalah risiko tindakan dan dampak yang di luar dugaan. Mudah sekali bicaranya," tukas Linda.

Oleh karena itu, Linda dan Budi melaporkan dokter RS pada tanggal 7 Februari ke Polda Metro Jaya. "Sekarang sedang diusut Polres Tangerang, Senin (7/3/2011) saya diminta memberikan keterangan ke Polres," tandasnya.

Sebagaimana yang diberitakan, Maureen adalah korban dugaan tindak malpraktik di RS Awal Bros pada bulan November 2010. Akibat diberikan cairan keras, yakni bicnat di infusnya, tangan Maureen membengkak, membiru, hingga bernanah. Dokter bedah plastik sempat menyarankan jari Maureen diamputasi.

Namun, saran itu akhirnya tidak dilakukan hingga dokter bedah plastik menjalani operasi pertama untuk mengangkat nanah di punggung telapak tangan Maureen. Setelah operasi itu, jari di tangan kanan Maureen semakin mengerucut sampai akhirnya pada bulan Desember 2010 dua ruas kelingking Maureen terputus.

Ketika berusaha mengonfirmasikan kasus ini, Kompas.com berulang kali menemui kegagalan. Sambungan telepon Kompas.com ke Humas RS Awal Bros tidak digubris, demikian juga dengan pesan singkat yang dikirimkan. Selain itu, nomor telepon dokter RS pun kini sudah tidak aktif lagi ketika berusaha dihubungi. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau