Evaluasi koalisi

PKB Dorong Format Koalisi Terbatas

Kompas.com - 06/03/2011, 10:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Kebangkitan Bangsa mendorong Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan evaluasi total dan komprehensif menyusul dinamika politik di Tanah Air pasca-pemungutan suara terkait usulan pembentukan panitia khusus hak angket pajak di parlemen. Ke depan, PKB memandang pentingnya format koalisi terbatas yang solid dan terukur.

"Tujuannya supaya hiruk-pikuk politik yang menyangkut tentang koalisi dapat dihindari. Dan (Presiden) tidak hanya mengurus peserta koalisi yang tidak loyal, berbelit-belit, dan suka membuat manuver politik sendiri," kata Ketua Fraksi PKB di parlemen, Marwan Ja'far, kepada Kompas.com, Minggu (6/3/2011), melalui pesan singkat.

Marwan mengatakan, keinginan rakyat sebenarnya sederhana, yaitu pemerintahan yang stabil, pro kepentingan dan aspirasi rakyat, dan tanpa hiruk-pikuk politik yang hanya diciptakan para elite politik yang hanya ingin melakukan tawar-menawar politik. Marwan menekankan pentingnya politik santun dalam kehidupan berdemokrasi.

"Perlu dicegah dan dibuang jauh-jauh adanya manuver politik yang tidak santun, penuh hipokrit, dan kepalsuan-kepalsuan supaya proses komitmen politik dalam rangka menciptakan pemerintahan yang stabil, berkarakter, dan selalu menjunjung tinggi demokrasi yang sehat dan bermartabat dapat terwujud dengan baik dan lancar," katanya. 

Pasca-usulan hak angket pajak, wacana evaluasi terhadap koalisi parta politik pendukung pemerintah mengemuka. Dua partai anggota koalisi, Golkar dan PKS, dalam dua kali pemungutan suara mengenai usulan hak angket, Century dan Mafia Pajak, selalu berseberangan dengan Partai Demokrat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau