Penggalangan dana

Simpati untuk Darsem Pun Muncul dari Pelosok

Kompas.com - 07/03/2011, 11:49 WIB

KENDAL, KOMPAS.com — Kasus TKI asal Subang, Jawa Barat, yang terancam hukuman pancung di Riyadh, Arab Saudi, mengundang keprihatinan banyak pihak. Di antaranya, Bupati Kendal Widya Kandi Susanti.

Menurut Bupati, Senin (7/3/2011), ia turun langsung untuk meminta kepada jajaran pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta pejabat lain guna menyisihkan sedikit hartanya.

"Sebetulnya kami akan melaksanakannya Jumat kemarin. Tapi, karena hari pendek, maka kami menundanya hingga Senin. Secara resmi akan ada surat edaran kepada seluruh jajaran SKPD dan sekaligus mengimbau kepada masyarakat agar peduli terhadap nasib Darsem," paparnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Indonesia harus berupaya agar Darsem terlepas dari jeratan hukum dan ancaman sanksinya. Terlepas dari TKW itu benar atau salah menurut hukum di sana. "Sebagai WNI, kita harus membela saudara kita yang terjerat hukum di sana. Lebih-lebih, ada dugaan hukum di Arab Saudi hanya berpihak kepada pribumi," katanya.

"Pasti Darsem punya alasan sampai dia berbuat demikian. Bayangkan saja, delapan tahun tidak ketemu anak dan saudara karena tidak boleh pulang oleh majikan," papar dia lagi.

Sebagaimana diketahui, Darsem binti Dawud Tawar pada bulan Desember 2007 terbukti bersalah di pengadilan Riyadh melakukan pembunuhan terhadap majikannya seorang warga negara Yaman.

Pada tanggal 6 Mei 2009 Darsem didakwa hukuman mati oleh pengadilan Riyadh. Namun, berkat kerja sama antara pihak Lajnah Islah (Komisi Jasa Baik untuk Perdamaian dan Pemberian Maaf) Riyadh dan Pejabat Gubernur Riyadh, Darsem akhirnya mendapatkan maaf dari ahli waris korban dengan kompensasi membayar uang diyat sebesar 2 juta riyal atau sekitar Rp 4,7 miliar. 

Baca Juga: Pemkab Gugat "Arwah Goyang Karawang"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau