Politik

Koalisi Retak karena Kepentingan 2014

Kompas.com - 07/03/2011, 12:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung menekankan, kisruh koalisi belakangan ini menunjukkan hitung-hitungan masing-masing pemimpin partai politik, terutama yang tergabung dalam koalisi, mengarah pada kepentingan Pemilu 2014. Tak ada sama sekali kekompakan di dalam Sekretariat Gabungan sebagai wadah parpol koalisi dalam menyukseskan program-program pemerintah untuk rakyat.

"Berhitung untuk 2014. Hitung-hitungannya semata-mata untuk itu. Masyarakat awam melihat manajemen di koalisi tidak berjalan dengan baik. Di internal Setgab (Sekretariat Gabungan) itu pandangannya berbeda-beda dalam bersikap, prinsip tapi banyak hal," ungkapnya di Gedung DPR RI, Senin (7/3/2011).

Koalisi enam partai politik pendukung pemerintah yang tergabung dalam Sekretariat Gabungan retak pasca-usulan Hak Angket Pajak. Partai Golkar dan PKS memilih berseberangan dengan empat partai koalisi lainnya (Demokrat, PAN, PPP, dan PKB) dalam pemungutan suara hak angket. Sebelumnya, dua partai ini juga berseberangan dengan koalisi dalam pemungutan suara terhadap usulan Hak Angket Century. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Ketua Dewan Pembinan Partai Demokrat menyebut sikap Golkar dan PKS tidak loyal dan tengah melakukan evaluasi atas koalisi.

Menurut Pramono, koalisi dalam sistem presidensiil memang tak dikenal dan tak dibakukan. Namun, kondisi multipartai yang ada menunjukkan parpol lebih memikirkan kepentingannya masing-masing. Meskipun kekuatan politik pada faktanya terangkum dalam Setgab, Pramono menegaskan, Setgab tak bisa mendominasi peranan DPR.

Oleh karena itu, dinamika perbedaan penafsiran yang ada di parlemen tidak bisa serta-merta direspon dengan evaluasi koalisi oleh Presiden Yudhoyono sebagai Ketua Setgab. Presiden, lanjut Pramono, tak harus pula melakukan kalkulasi berdasarkan kekuatan di parlemen. "Tetapi saya meyakini beliau sangat hati-hati," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau