JAKARTA, KOMPAS.com — Jaksa penuntut umum menilai, terdakwa teroris Abu Bakar Ba'asyir telah mengakui adanya keterlibatan dalam pelatihan militer di pegunungan Jalin Jantho, Aceh Besar, jika melihat eksepsi pribadi yang disampaikan pada sidang sebelumnya.
"Secara garis besar telah menyatakan, mengakui serta membenarkan adanya persiapan latihan fisik dan senjata atau I'dad, termasuk ibadah penting dalam Islam," kata Andi M Taufik, salah satu jaksa, saat membacakan tanggapan atas eksepsi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (7/3/2011).
Namun, jaksa tak akan membahas lebih jauh penjelasan Ba'asyir terkait pelatihan militer itu lantaran sudah masuk dalam substasi perkara. Jaksa juga tak menanggapi isi eksepsi Ba'asyir maupun tim pengacara yang mengaitkan dengan kasus-kasus yang pernah menjerat Ba'asyir.
"Menurut kami, itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan perkara yang didakwakan sehingga tidak perlu ditanggapi," kata jaksa.
Dalam tanggapan, jaksa menolak eksepsi pihak Ba'asyir yang menyebut dakwaan kabur, tidak jelas, tidak cermat, dan tidak lengkap sehingga harus batal demi hukum. Menurut jaksa, tidak ada kesalahan dalam penyusunan dakwaan. "Eksepsi tim pengacara dan terdakwa tidak beralasan," ucap jaksa.
Oleh karena itu, jaksa memohon kepada majelis hakim untuk menolak seluruh eksepsi dan memerintahkan agar sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi. Herry Swantoro, ketua majelis hakim memutuskan akan melanjutkan sidang Kamis (10/3/2011) dengan agenda pembacaan putusan sela.
Seperti diberitakan, Ba'asyir mengklaim pelatihan militer dengan peserta sekitar 50 orang itu sesuai dengan perintah Allah. Dia menyakini, "latihan fisik dan senjata di pegunungan Aceh adalah amal ibadah untuk menaati perintah Allah," katanya dalam eksepsi.
Ba'asyir menyebutkan, kegiatan di Aceh sebagai I'dad untuk melawan musuh-musuh yang dianggap kafir. Selain itu, klaim dia, I'dad tidak kalah penting dengan shalat, puasa, zakat, haji, dan lainnya. "I'dad merupakan kebutuhan pokok yang tidak boleh dipandang remeh dalam Islam," kata Ba'asyir.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang