Evaluasi koalisi

Isu Reshuffle Tak Ganggu Kinerja Agung

Kompas.com - 07/03/2011, 14:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengaku tak terganggu atas hingar-bingar isu reshuffle atau perombakan kabinet. Agung, yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar, mengaku tetap bekerja secara profesional.

"Tidak. Tidak ada masalah," kata Agung kepada para wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (7/3/2011) ketika ditanya apakah dirinya terganggu akibat isu reshuffle.

Soal koalisi, Agung mengatakan, Golkar merasa tetap koalisi dengan Partai Demokrat. "Selama perjanjian politik belum dicabut, belum dibatalkan, ya (koalisi) masih berlangsung terus," kata Agung singkat.

Terkait pidato Ketua Umum Partai Golkar Aburizal "Ical" Bakrie, Agung mengatakan tak ada yang salah. "Itu kan biasa-biasa saja. Kita tetap di koalisi. Namun tetap ada ruang untuk kritis. Dan saya katakan, jika ada hal kritis, disampaikan dengan baik," kata Agung.

Seperti diberitakan, Presiden Yudhoyono saat ini tengah memikirkan secara serius soal evaluasi koalisi pasca-usulan Hak Angket Pajak. Dua partai anggota koalisi, Golkar dan PKS, bersikap berbeda dengan Partai Demokrat, dengan mendukung usulan hak angket. Sementara Partai Gerindra yang notabene tidak bergabung dengan koalisi berdiri bersama Demokrat menolak hak angket.

Di Gedung DPR, Ketua DPP Gerindra Desmon J Mahesa mengatakan, Gerindra telah mengajukan tiga nama calon menteri. Mereka adalah Fadli Zon, Wijono Harjono, dan Rahmat Pambudi. Fadli Zon diplot untuk mengisi kursi Menteri Komunikasi dan Informatika, Ketua Fraksi Gerindra Wijono Harjono untuk pos Menteri BUMN serta Wakil Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Rahmat Pambudi untuk pos Menteri Pertanian.

Posisi Menteri Komunikasi dan Informatika saat ini dijabat oleh kader PKS Tifatul Sembiring. Demikian pula pos Menteri Pertanian diisi oleh kader PKS Suswono.

Apakah posisi Golkar di Kabinet ikut berubah?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau