Teknologi baru

Ponsel Canggih Bisa Deteksi Kanker

Kompas.com - 07/03/2011, 21:16 WIB

KOMPAS.com — Para peneliti yang berbasis di Amerika Serikat tengah mengembangkan suatu teknologi ponsel pintar yang dapat mendeteksi sel kanker. Tingkat akurasi sistem berbasis ponsel ini sudah hampir mencapai 100 persen dalam mendeteksi perbedaan tumor jinak dan ganas.

Laporan dalam Science Translational Medicine menunjukkan hasil diagnosis 100 persen akurat saat meneliti 20 pasien lain yang diperiksa. Sebagai perbandingan, tes patologi standar pada sampel serupa hanya mencapai tingkat akurasi antara 74 dan 84 persen.

Ponsel tersebut bisa mengubah perawatan kanker dan mempermudah dokter melacak penyakitnya, sekaligus mengukur tingkat pengobatan yang akan diberikan kepada pasien untuk melawan penyakit degeneratif itu.

Perangkat yang dikembangkan di Massachusetts General Hospital, Boston, Amerika Serikat, ini terdiri dari perangkat kecil yang melalui ponsel pintar akan mendeteksi benjolan yang sering dikhawatirkan sebagai kanker. Perangkat ini terhubung ke mesin MRI yang berukuran mini pula.

Ralph Weissleder-lah ilmuwan asal Massachusetts General Hospital mengembangkan mesin yang disebut nuclear magnetic resonance (NMR), yang memungkinkan pengidentifikasian terhadap senyawa kimia dengan mengetahui reaksi mereka di medan magnet.

Peneliti lalu mengambil sampel sel dari benjolan mencurigakan yang terdapat di tubuh pasien, cukup dengan jarum tipis. Lalu magnet pada mesin genggam MRI itu merangsang molekul di dalam sampel sel. Semakin banyak molekul-molekul bergetar, ada kemungkinan bahwa itu adalah sel-sel kanker. Dalam jangka satu jam saja dapat diketahui apakah benjolan mencurigakan di tubuh pasien merupakan kanker yang berbahaya atau jinak.

Tes kanker konvensional dilakukan oleh ahli ontologi. Langkahnya adalah dengan mengambil beberapa sel dari benjolan menggunakan jarum besar untuk kemudian dianalisis di laboratorium. Biasanya tes laboratorium semacam ini tidak memberikan kepastian dan tidak cukup efektif karena makan waktu berhari-hari. (National Geographic Indonesia/Gloria Samantha)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau