Parlemen

PKS: Gedung Baru DPR Harus Segera Dibangun

Kompas.com - 08/03/2011, 14:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Fraksi PKS DPR RI mendorong terus rencana pembangunan gedung baru DPR RI yang dijadwalkan proses tendernya dimulai pada awal Maret ini. Anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) dari Fraksi PKS Abdul Hakim menegaskan dukungan fraksinya terhadap keputusan terakhir dimana semua fraksi di BURT menyepakati pembangunan gedung baru.

"Pimpinan DPR dan semua fraksi menyetujui pembangunan gedung baru untuk dilanjutkan tahun 2011. Sampai sekarang FPKS masih memegang kesepakatan dilanjutkannya pembangunan gedung baru DPR," ungkapnya di ruang fraksi, Selasa (8/3/2011).

Abdul mengatakan, dukungan PKS itu diberikan seiring dengan dukungan terhadap rencana penambahan tenaga ahli untuk anggota dewan setiap tahun. Oleh karena itu, penguatan prasarana harus dilakukan secara komprehensif dan terpadu.  "Oleh karenanya diperlukan penambahan kapasitas gedung baru DPR," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS DPR RI Mustafa Kamal menyayangkan sikap fraksi lainnya yang dinilainya plin-plan. Dalam rapat BURT, semua fraksi diketahuinya sudah mendukung. Namun, kontroversi kembali bergulir ketika berhadapan dengan publik dan media.

"Kita menyayangkan kalau ada bersikap plintat plintut dan itu tanda manajemen partainya tidak solid. Sudah ada kesepakatan bersama tapi kalau kesepakatan tidak dihormati fraksi lain ya kita bisa mengkaji lebih mendalam lagi," tegasnya.

Gedung baru DPR yang berbentuk gerbang tersebut awalnya akan dibangun dengan biaya Rp 1,8 triliun, tetapi menuai kritik dari berbagai kalangan. Anggaran itu kemudian diturunkan hingga Ketua DPR Marzuki Alie berharap anggaran pembangunan dapat di bawah Rp 1 triliun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau