Tabung gas

Konsumen Sulit Deteksi Kebocoran Elpiji

Kompas.com - 08/03/2011, 20:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pencegahan dini terhadap ledakan gas sulit diharapkan dari pengguna elpiji. Pasalnya, kebocoran gas yang terjadi akibat gangguan fungsi katup sulit dideteksi masyarakat awam.

”Pengguna awam tidak pernah tahu apakah katup, regulator, dan cincin karet penyekat mengalami gangguan atau tidak,” kata Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo, Selasa (8/3/2011) di Jakarta.

Regulator yang dikaitkan pada katup melalui sebuah pengungkit rawan goyah. Inilah salah satu penyebab kebocoran tabung elpiji mudah terjadi. Perangkat pengaman tambahan, yaitu penjepit regulator, menurut Sudaryatmo, belum bisa menjamin keamanan. ”Perangkat tambahan yang dijual bebas di pasar belum memiliki standardisasi. Tidak ada rekomendasi dari Pertamina soal itu,” katanya.

Penyebab kebocoran lain yang sulit dideteksi adalah masalah karet penyekat. Cincin karet berfungsi sebagai sekat pencegah kebocoran. Selain karena mutu karet yang kurang memadai, tindakan pengoplosan gas juga penyebab kerusakan karet penyekat.

Pengoplos gas biasanya memindahkan gas dari tabung 3 kg ke tabung-tabung yang lebih besar (12 kg dan 50 kg). Tindakan itu menyebabkan tekanan udara yang sudah diatur regulator bisa melampaui batas. Selain itu, karet penyekat pun mengalami kerusakan. Alhasil, kebocoran gas mudah terjadi.

”Ledakan gas sering diberitakan sebagai ledakan tabung elpiji. Padahal, tabungnya sendiri jarang mengalami kebocoran dan hampir tidak pernah terdengar ada kasus seperti itu,” paparnya. Yang bermasalah, menurut Sudaryatmo, justru perangkat penyalur gas seperti longgarnya regulator dan rusaknya karet penyekat. Hal inilah yang sulit dideteksi masyarakat umum.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau