Serang, Kompas
Berubahnya pola cuaca dan pola angin tersebut memengaruhi faktor lokal, seperti terbentuknya awan konvektif cumulonimbus atau Cb.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Serang, Eko Widiantoro, mengingatkan hal itu di Serang, Banten, Selasa (8/3). ”Masa transisi atau pancaroba ditandai banyak cuaca buruk karena pola angin berubah dari barat ke timur,” paparnya.
Puting beliung ini memiliki kecepatan di atas 30 knot dengan radius antara 1-3 kilometer dan berlangsung cepat, yakni antara 3-5 menit. Angin puting beliung ini berputar berlawanan arah jarum jam dan memiliki daya angkat yang besar.
Ia menjelaskan, tipe cuaca
Adanya gangguan daerah bertekanan rendah di sebelah selatan Samudra Hindia belakangan ini juga memengaruhi konvergensi atau pertemuan angin di sebelah selatan Sumatera dan di atas Jawa.
Pertemuan angin ini memengaruhi banyak tumbuhnya awan-awan konvektif akibat penguapan, termasuk awan Cb. Terbentuknya awan Cb itu dapat menimbulkan dampak beragam, bisa berupa hujan deras tiba-tiba atau puting beliung.
Puting beliung ini hanya terjadi pada siang dan sore hari, yakni saat awan matang sehabis terjadinya pemanasan.
Awal kemarau di Banten
Meski saat ini belum memiliki radar cuaca, kata Eko, peranti auto weather system (AWS) yang dipasang di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, dan Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, sudah dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi dini kondisi cuaca di wilayah Banten sisi selatan tersebut.
Peranti AWS tersebut merekam secara otomatis seluruh unsur cuaca, seperti kecepatan angin, suhu, kelembaban udara, dan tekanan udara.
Berdasar data AWS yang dapat diakses di Stasiun Meteorologi Serang, terpantau bahwa pada Selasa pukul 09.26 terjadi
Rekaman data ini senada dengan penuturan Agus, warga Pandeglang, yang menginformasikan bahwa pada Selasa pagi berembus angin kencang di Pandeglang.
Menurut Eko, daerah yang terkena terjangan angin kencang akan memiliki tekanan udara yang rendah pada saat kejadian. Pada kondisi itu angin dari tekanan lebih tinggi akan mengisi ke wilayah bertekanan rendah tersebut.
Apabila pola tekanan udara di daerah tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan sehari sebelumnya, cuaca hari tersebut diperkirakan lebih cerah.
Demikian pula sebaliknya, kalau tekanan udara lebih rendah, kondisi cuaca biasanya lebih buruk dibandingkan dengan hari sebelumnya.