Mayjen tni waris

Inilah Pangdam Jaya yang Baru

Kompas.com - 09/03/2011, 08:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mayjen TNI Waris ditetapkan sebagai Panglima Kodam Jaya menggantikan Mayjen TNI Marciano Norman, sesuai Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/142/III/2011 tanggal 1 Maret 2011.

"Penetapan Mayjen TNI Waris sebagai Pangdam Jaya merupakan bagian dari mutasi dan promosi perwira tinggi TNI," kata Kadispenum Puspen TNI Kolonel Cpl Minulyo Suprapto di Jakarta, Selasa (8/3/2011).

Waris sebelumnya menjabat sebagai Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Pria kelahiran Malang, Jawa Timur, itu pernah menjalani beberapa penugasan, antara lain Wakil Komandan Yonif 507/BS Kodam V/Brw, Kasdim 0809/Kediri Rem 082/CPY, Danyonif 315/Rem 061/SK Dam III/Slw.

Ayah dua anak itu juga sempat bertugas sebagai Komandan Satuan Protokol Paspampres, Dansatpam Grup Paspampres, Danyon Pam Grup B Paspampres.

Tak hanya itu, Waris juga pernah menjabat Komandan Kodim 0814/Rem 082 Kodam V/Brw, Brigjen Waris kembali ke Paspampres sebagai Wakil Komandan Grup B Paspampres, dan Wakil Komandan Grup A Paspampres. Setelah itu, Waris dipercaya sebagai Danbrigif 13/1 Kostrad, Komandan Mensis Secapa, Asops Kasdam IM, Danrindam II/Swj, Irkostrad, Kasdivif 1 Kostrad.

Mutasi

Berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/142/III/2011 tanggal 1 Maret 2011 diputuskan tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI yang terdiri atas tujuh orang di jajaran Mabes TNI, 11 orang di jajaran TNI AD, tujuh orang di jajaran TNI AL, dua orang di jajaran TNI AU, satu orang di jajaran Kemenko Polhukam RI, lima orang di jajaran Kemhan RI, tiga orang di jajaran Lemhannas RI, dua orang di jajaran Unhan dan tiga orang di jajaran Basarnas.

Dalam mutasi tersebut tercatat 14 orang mutasi antarjabatan dalam pangkat, yakni Letjen TNI Y Surjo Prabowo dari Wakasad menjadi Kasum TNI, Letjen TNI Budiman dari Dankodiklat TNI AD menjadi Wakasad, Mayjen TNI Waris dari Danpaspampres menjadi Pangdam Jaya, dan Marsma TNI Parulian Simamora dari Sesditjen Strahan Kemhan RI menjadi Pati Sahli Kasau Bid Air Power.

Tercatat pula Brigjen TNI Surung Siburian dari Dirjakstra Ditjen Strahan Kemhan RI menjadi Sesditjen Strahan Kemhan RI, Brigjen TNI I Wayan Midhio dari Kapuskom Publik Kemhan RI menjadi Dirjakstra Ditjen Strahan Kemhan RI, Laksma TNI Rudy Hendro Satmoko dari Staf Khusus Kasal menjadi Dirsarpras pada Deputi Bid Potensi SAR Basarnas, Laksma TNI DR Suwarno K dari Kadiskual menjadi Kapusku TNI dan Laksma TNI Surya Wiranto dari Kadispotmar menjadi Staf Khusus Kasal.

Sedangkan 14 orang yang mendapat promosi jabatan Mayjen TNI Marciano Norman dari Pangdam Jaya menjadi Dankodiklat TNI AD, Brigjen TNI Agus Sutomo dari Wadanjen Kopassus menjadi Danpaspampres, Brigjen TNI Nana Suharna dari Kadisinfolahtad menjadi Pa Sahli Tk III Bid Komsos Panglima TNI, Kolonel Inf Doni Munardo dari Danrem 061/SK Kodam III/Slw menjadi Wadanjen Kopassus dan Kolonel Inf Hartind Asrin dari Pamen Ahli Gol IV Pusintelad menjadi Kapuskom Publik Kemhan RI.

Kolonel Laut Ir Djoko Sulistyanto dari Sekdiskual menjadi Kadiskual Kolonel Inf Iswandhi Setyobudi dari Kasetumad menjadi Kadisinfolahtad Kolonel Lek Tanto Suryanto dari Seslem Seskoau menjadi Pa Sahli Tk II Kawasan Aspas Sahli Bid Hubint Panglima TNI Kolonel Ckm dr Hazrul Lufti Hamid, Sp Tht dari Waka RSPAD GS Ditkesad menjadi Ketua Komite Medik RSPAD GS Ditkesad; Kolonel Laut (P) A Taufiqoerrochman, dari Dankolatkoarmatim menjadi Danguspurlabar dan Kolonel Cpl Joko Sriwidodo dari Sekretaris Dislitbangad menjadi Dirpalad.

Selain itu, terdapat 13 orang yang memasuki masa pensiun, yaitu Marsdya TNI Edy Harjoko dari Kasum TNI menjadi Pati Mabes TNI AU; Mayjen TNI Amiruddin Usman, dari Deputi I Bid. Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polhukam RI menjadi Pati Mabes TNI AD, Marsma TNI Sigit Herdiyanto, dari Irum Itjen Kemhan RI menjadi Pati Mabes TNI AU dan Marsma TNI Paulus Djoko Harsoyo dari Pati ahli Kasau Bid. Air Power menjadi Pati Mabes TNI AU.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau