BANDUNG, KOMPAS.com - Kabupaten Bandung mengantisipasi kemungkinan lonjakan kasus penderita demam berdarah dengue atau DBD sejak triwulan ke dua 2011. Meski berhasil menekan jumlah kasus pada dua tahun terakhir, anomali cuaca tetap dikhawatirkan sebagai salah satu pemicu.
Jumlah kumulatif penderita DBD yang tercatat di Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung menurun dari 1.310 kasus pada 2009 menjadi 1.180 kasus pada 2010. "Pada triwulan pertama, pasien yang terdata mencapai 300 kasus. Jumlah tersebut masih normal," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Ahmad Kustijadi, Selasa (8/3/2011).
Untuk mengantisipasi lonjakan kasus DBD, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung masih mengandalkan program pencegahan seperti sosialiasi perilaku hidup bersih, pemberantasan sarang nyamuk, hingga membangun komunikasi dengan rumah sakit di seluruh daerah.
Pengasapan juga masih dilakukan secara selektif kepada daerah yang berpotensi sebagai penyebar nyamuk Aedes aegypti yang menjadi pembawa DBD. Dari 276 desa di Kabupaten Bandung, 80 desa dinyatakan sebagai desa endemis DBD.
Anomali cuaca juga dikhawatirkan bakal membuat kasus DBD kian melonjak dengan sebentar hujan dan sebentar panas mengakibatkan banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Kustijadi menambahkan, pemanasan global juga membuat daerah yang sebelumnya berhawa dingin menjadi lebih hangat sehingga bisa ditinggali nyamuk. Dia mencontohkan daerah Pangalengan yang telah muncul kasus DBD.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang