Penyakit pancaroba

Bandung Awasi Demam Berdarah

Kompas.com - 09/03/2011, 09:09 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com - Kabupaten Bandung mengantisipasi kemungkinan lonjakan kasus penderita demam berdarah dengue atau DBD sejak triwulan ke dua 2011. Meski berhasil menekan jumlah kasus pada dua tahun terakhir, anomali cuaca tetap dikhawatirkan sebagai salah satu pemicu.

Jumlah kumulatif penderita DBD yang tercatat di Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung menurun dari 1.310 kasus pada 2009 menjadi 1.180 kasus pada 2010. "Pada triwulan pertama, pasien yang terdata mencapai 300 kasus. Jumlah tersebut masih normal," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Ahmad Kustijadi, Selasa (8/3/2011).

Untuk mengantisipasi lonjakan kasus DBD, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung masih mengandalkan program pencegahan seperti sosialiasi perilaku hidup bersih, pemberantasan sarang nyamuk, hingga membangun komunikasi dengan rumah sakit di seluruh daerah.

Pengasapan juga masih dilakukan secara selektif kepada daerah yang berpotensi sebagai penyebar nyamuk Aedes aegypti yang menjadi pembawa DBD. Dari 276 desa di Kabupaten Bandung, 80 desa dinyatakan sebagai desa endemis DBD.

Anomali cuaca juga dikhawatirkan bakal membuat kasus DBD kian melonjak dengan sebentar hujan dan sebentar panas mengakibatkan banyak genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Kustijadi menambahkan, pemanasan global juga membuat daerah yang sebelumnya berhawa dingin menjadi lebih hangat sehingga bisa ditinggali nyamuk. Dia mencontohkan daerah Pangalengan yang telah muncul kasus DBD.  

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau