JAKARTA, KOMPAS.com - Para siswa SMU di Jakarta merasa direpotkan dengan Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) jalur Undangan. Dinilai merepotkan karena mengganggu konsentrasi mereka dalam menghadapi Ujian Nasional (UN).
"SNMPTN ini sangat merepotkan, karena mengganggu konsentrasi dalam menghadapi UN," kata Mutiara (17), siswi di SMAN 24 Jakarta, Rabu (9/3/2011).
Mutiara menambahkan, pada tahun mendatang, sebaiknya SNMPTN dilangsungkan setelah para siswa selesai menghadapi ujian nasional (UN).
"Mendingan tahun depan SNMPTN digelar setelah UN selesai supaya konsentrasi tidak terpecah," ujarnya.
Siswi lainnya, Izmi Yusdira (17), mengatakan, proses pendaftaran SNMPTN undangan sangat rumit dan berisiko. "Jika terjadi kesalahan akan sangat fatal," kata Izmi.
Izmi mengatakan, perlu ada bimbingan lebih dari para guru. Hal itu agar para siswa cepat mengerti dan mengurangi risiko terjadinya kesalahan dalam pendaftaran.
Menanggapi kesulitan siswa tersebut, pihak SMAN 24 sebetulnya telah secara khusus membentuk tim. Tim itu terdiri dari para guru konseling dan praktisi IT yang bertugas menghimpun dan membimbing siswa pada saat mendaftar di SNMPTN jalur undangan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang