Thailand

Kenaikan Suku Bunga untuk Tahan Inflasi

Kompas.com - 09/03/2011, 17:39 WIB

BANGKOK, KOMPAS.com - Thailand didera kenaikan harga alias inflasi. Maka dari itulah, Negeri Gajah Putih pada Rabu (9/3/2011) menaikkan suku bunga acuan untuk kali kelima dalam delapan bulan terakhir. 

Bank sentral Thailand meningkatkan suku bunga resmi pinjaman menjadi 2,5 persen, naik dari 2,25 persen sebelumnya. Bank telah menaikkan suku bunga utamanya dengan total 125 basis poin sejak Juli 2010. "Lonjakan harga minyak dan komoditas telah menyebabkan meningkatnya tekanan inflasi," kata asisten Gubernur Bank Sentral  Paiboon Kittisrikangwan.
   
Bank menaikkan prakiraan inflasi untuk 2011 sebesar 0,5 persentase poin menjadi 3,0-5,0 persen. "Tapi kecuali jika kerusuhan politik di Timur Tengah menjadi meluas dan mempengaruhi pasokan minyak global, lonjakan harga minyak dan komoditas  tidak akan berdampak signifikan terhadap kelangsungan pemulihan global," kata Paiboon.
   
Naiknya harga konsumen telah menjadi keprihatinan utama bagi para pembuat kebijakan di seluruh kawasan. Langkah Thailand terjadi sehari setelah bank sentral  Vietnam menaikkan dua dari suku bunga pinjamannya dalam upaya untuk mengendalikan inflasi dua digit.
   
Inflasi Thailand sedikit melambat pada Februari ke tingkat tahunan sekitar 2,9 persen, tetapi pemerintah memperkirakan meningkat di masa datang karena meningkatkan biaya pangan. Thailand menaikkan suku bunga utamanya pada Juli tahun lalu untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun karena ekonomi pulih dari krisis keuangan global dan dampak dari kerusuhan politik yang mematikan di Bangkok pada awal 2010.
   
Para ekonom memperkirakan langkah lebih lanjut untuk menjaga inflasi. "Pasar tidak terkejut dengan keputusan tersebut dan memperkirakan serangkaian kenaikan dalam waktu dekat untuk menormalkan suku bunga," kata Mayuree Chowvokarn, seorang analis di Kim Eng Securities.
   
Ekonomi Thailand kembali ke pertumbuhan pada kuartal keempat 2010, berbalik sikap dari resesi teknis singkat didukung ekspor kuat dan konsumsi swasta, data resmi menunjukkan bulan lalu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau