Siti zuhro

Kepemimpinan SBY Lemah

Kompas.com - 09/03/2011, 17:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat politik LIPI Siti Zuhro menilai polemik koalisi yang terjadi belakangan ini tak perlu terjadi jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan tegas langsung mengeluarkan Golkar dan PKS dari koalisi kalau memang dinilai sebagai "anak nakal" koalisi. Sayangnya tidak.

Menurut Zuhro, polemik akhirnya muncul karena persoalan kepemimpinan SBY. "Sudah jelas kok mereka tidak keluar dari karakter dasarnya. Golkar akan seperti itu, masih kritis terus. PKS juga seperti itu. Ini koalisi dipaksakan karena leadership Pak SBY lemah. Ada pembiaran kondisi seperti ini untuk menutupi kekurangan dari kinerja kabinet yang tidak maksimal," katanya di Gedung DPD RI, Rabu (9/3/2011).

Menurut Zuhro, Presiden sebenarnya sudah tahu tak mungkin mengawinkan sistem multipartai sambil melakukan penguatan sistem presidensial. Oleh karena itu, jika memang sistem presidensial disepakati dan tetap menerapkan sistem multipartai, maka Presiden seharusnya melakukan terobosan dengan tidak membentuk koalisi gemuk.

"Kalau dia ingin dipastikan nyaman dengan yang loyal, empat itu cukup. Itu karena yang bisa mengatakan dia tidak perform itu publik, bukan DPR. Ketika Gus Dur seperti itu karena publik melihat negara tidak keruan. Presiden harus menghitung warga masyarakat karena yang milih dia bukan parlemen," kata Zuhro.

"Dia ketakutan mengalami hal yang sama dengan Gus Dur yang dijatuhkan. Parlemen akan mengawal ketika dia melakukan pembangunan," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau