Rabies Kembali Makan Korba, Kini Guru

Kompas.com - 09/03/2011, 20:50 WIB

SINGARAJA, KOMPAS.com - Luh Sri Reksen (48) seorang guru sekolah dasar yang tinggal di Banjar Kajanan, Desa Bubunan, Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, Rabu tewas akibat positif terinveksi virus rabies.

Menurut ayah korban, Ketut Wirata (75), putrinya sempat mengalami nyeri di bagian dada, susah menelan, sesak napas dan kejang sebelum akhirnya tewas.

Pada mulut korban juga sempat mengeluarkan cairan menyerupai lendir yang volumenya berlebihan hingga kemudian dilarikan ke rumah sakit swasta Santhi Graha Seririt.

Korban tidak diberikan vaksin anti-rabies (VAR) melainkan dirujuk ke rumah sakit swasta lain di Kota Singaraja, yakni RS Kerta Usada, dan tewas setelah sempat dirawat selama dua jam.

Menurut adik korban, Made Putra Jaya (45), sekitar tujuh bulan lalu kakaknya sempat bercerita digigit seekor anjing di bagian tumit kaki kirinya.

"Sudah diperingatkan agar segera mencari VAR ke rumah sakit. Tapi hal itu tidak diperhatikan dan kakak saya hanya berkata gigitannya tidak berbahaya," papar Putra, Rabu (9/3/2011).

Dari keterangan Putra, pihak Dinas Kesehatan langsung memberikan vaksin anti-rabies kepada beberapa keluarga korban yang tinggal berdekatan dengan rumah pribadi Gubernur Bali Made Mangku Pastika.

Pihak Dinas Kesehatan yang datang ke rumah mengatakan, khawatir jika beberapa anggota keluarga turut terinveksi setelah terkena cairan yang berasal dari mulut korban.

Menurut keterangan Putra, masih banyak anjing liar yang berada di sekitar kawasan Desa Bubunan dan belum mendapat perhatian berupa vaksin anjing.

"Kami berharap pemerintah daerah lewat Dinas Pertanian dan Peternakan dapat melakukan eliminasi anjing liar di Desa Bubunan, karena kondisi ini sangat memprihatinkan," ucap Putra menegaskan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau