Bencana alam

Puting Beliung Rusak 11 Rumah

Kompas.com - 10/03/2011, 04:54 WIB

BANYUMAS, KOMPAS – Angin puting beliung menerbangkan genting dan merusak sebelas rumah penduduk di Dusun Bonjok Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (8/3) petang. Kendati tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materiil diperkirakan ratusan juta rupiah.

Ini merupakan peristiwa puting beliung kedua tahun ini, menyusul rusaknya 20-an rumah penduduk di Kecamatan Rawalo, Banyumas, 31 Januari 2011.

Kepala Desa Tambaknegara, Slamet, Rabu (9/3) di Banyumas, mengatakan, sebelum puting beliung menerjang desanya, hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Rawalo. ”Kejadiannya sangat cepat, sekitar satu menit. Kira-kira terjadi pukul lima sore. Sedikitnya ada belasan rumah warga yang atapnya beterbangan dan rontok terkena terjangan angin,” katanya.

Menurut dia, pada saat kejadian, warga tetap bertahan di dalam rumah. Mereka khawatir jika di luar rumah justru bakal tertimpa atap yang beterbangan akibat terjangan angin. Setelah angin mereda, hujan deras langsung mengguyur wilayah tersebut sehingga airnya masuk ke dalam rumah-rumah yang atapnya baru saja tersapu angin puting beliung.

Dari pendataan Pemerintah Desa Tambaknegara, ada enam rumah yang rusak cukup parah karena sebagian besar atapnya lepas terbawa angin. Sementara lima rumah lainnya rusak ringan. Beberapa orang penduduk luka ringan terkena potongan kayu dan seng yang beterbangan.

Rabu pagi, warga mulai bekerja bakti memperbaiki rumah yang rusak akibat terjangan puting beliung. Warga sementara mengungsi ke rumah tetangga.

Analis cuaca Stasiun Meteorologi Cilacap, Teguh Wardoyo, mengatakan, puting beliung masih berpotensi terjadi di Jawa Tengah bagian selatan karena pembentukan awan kumulonimbus masih tinggi.

Rawan longsor

Jalan Raya Cikijing, penghubung Ciamis dan Kuningan di Jawa Barat (Jabar) diawasi ketat oleh Dinas Bina Marga Provinsi Jabar sejak terjadi longsor, Selasa (8/3) sore. Hingga Rabu pagi, jalur utama yang menghubungkan dua kabupaten itu telah dilintasi kendaraan bermotor.

Koordinator Lapangan Wilayah Ciamis-Cirebon dari Dinas Bina Marga Jabar, Asep Supriyadi, menuturkan, sisa tebing setinggi 20 meter yang longsor pada Selasa sore, sekitar pukul 15.00 ambrol. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Selasa sore sampai Rabu siang, 20-an pekerja menyingkirkan longsoran tanah. Longsor menutupi 15 meter badan jalan. Lokasi longsor tepatnya di Desa Sindangpanji, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka.

(GRE/REK)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau