BANYUMAS, KOMPAS – Angin puting beliung menerbangkan genting dan merusak sebelas rumah penduduk di Dusun Bonjok Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (8/3) petang. Kendati tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materiil diperkirakan ratusan juta rupiah.
Ini merupakan peristiwa puting beliung kedua tahun ini, menyusul rusaknya 20-an rumah penduduk di Kecamatan Rawalo, Banyumas, 31 Januari 2011.
Kepala Desa Tambaknegara, Slamet, Rabu (9/3) di Banyumas, mengatakan, sebelum puting beliung menerjang desanya, hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Rawalo. ”Kejadiannya sangat cepat, sekitar satu menit. Kira-kira terjadi pukul lima sore. Sedikitnya ada belasan rumah warga yang atapnya beterbangan dan rontok terkena terjangan angin,” katanya.
Menurut dia, pada saat kejadian, warga tetap bertahan di dalam rumah. Mereka khawatir jika di luar rumah justru bakal tertimpa atap yang beterbangan akibat terjangan angin. Setelah angin mereda, hujan deras langsung mengguyur wilayah tersebut sehingga airnya masuk ke dalam rumah-rumah yang atapnya baru saja tersapu angin puting beliung.
Dari pendataan Pemerintah Desa Tambaknegara, ada enam rumah yang rusak cukup parah karena sebagian besar atapnya lepas terbawa angin. Sementara lima rumah lainnya rusak ringan. Beberapa orang penduduk luka ringan terkena potongan kayu dan seng yang beterbangan.
Rabu pagi, warga mulai bekerja bakti memperbaiki rumah yang rusak akibat terjangan puting beliung. Warga sementara mengungsi ke rumah tetangga.
Analis cuaca Stasiun Meteorologi Cilacap, Teguh Wardoyo, mengatakan, puting beliung masih berpotensi terjadi di Jawa Tengah bagian selatan karena pembentukan awan kumulonimbus masih tinggi.
Jalan Raya Cikijing, penghubung Ciamis dan Kuningan di Jawa Barat (Jabar) diawasi ketat oleh Dinas Bina Marga Provinsi Jabar sejak terjadi longsor, Selasa (8/3) sore. Hingga Rabu pagi, jalur utama yang menghubungkan dua kabupaten itu telah dilintasi kendaraan bermotor.
Koordinator Lapangan Wilayah Ciamis-Cirebon dari Dinas Bina Marga Jabar, Asep Supriyadi, menuturkan, sisa tebing setinggi 20 meter yang longsor pada Selasa sore, sekitar pukul 15.00 ambrol. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
Selasa sore sampai Rabu siang, 20-an pekerja menyingkirkan longsoran tanah. Longsor menutupi 15 meter badan jalan. Lokasi longsor tepatnya di Desa Sindangpanji, Kecamatan Cikijing, Kabupaten Majalengka.