Perdagangan

Ekspor Kayu Harus Bersertifikat SVLK

Kompas.com - 10/03/2011, 09:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah hanya akan ekspor produk berbahan dasar kayu yang bersertifikat legal dengan Sistem Verfikasi Legalitas Kayu (SVLK). Sosialisasi pentingnya SVLK akan dilakukan hari ini, Kamis (10/3/2011) oleh Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI).

Untuk diketahui, SVLK tertuang dalam P.38/Menhut-II.2009, yang telah dikeluarkan pada tahun 2009, sebagai satu-satunya sistem dan standar legalitas kayu nasional, sebagai jaminan kepada pasar global bahwa ekspor kayu produk berbahan dasar kayu Indonesia memakai bahan baku yang berasal dari sumber yang legal sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

"Forum ini akan mensosialisasikan tentang arti pentingnya SVLK bagi industri kayu dan ekspor produk berbahan dasar kayu Indonesia di pasar dunia. Termasuk mencari terobosan dan jawaban atas permasalahan industri kayu kita, dan sebagai upaya meningkatkan ekspor produk kayu kita yang sempat terpuruk karena salah urus," jelas Ketua Bidang Pertanian, Kehutanan, dan Pertambangan Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia (GPEI) Robianto Koestomo, di Jakarta.

SVLK menjadi penting karena sejumlah negara pembeli, seperti Eropa, Amerika, dan Jepang hanya menerima produk-produk kayu yang legalitasnya terjamin. Mereka pun memiliki sejumlah perangkat peraturan terkait hal ini, seperti Eropa dengan Timber Regulation yang mengaplikasikan sistem "due diligence." SVLK sendiri akan meliputi aspek perizinan, pemanenan, pengangkutan, hingga pengolahan di industri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau