Britain in Eurofighter Talks with Indonesia

Kompas.com - 10/03/2011, 10:17 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Britain is in talks with Indonesia on the possible sale of Eurofighter Typhoon aircraft despite concerns over Jakarta’s human rights record, The Times newspaper reported Thursday. Indonesia informally approached Britain over the potential acquisition of up to 24 jets.

The previous Labour government banned defence exports to the country in 1999 amid claims it had used British-made planes to bomb civilians. The sale would be worth around 5 billion pounds ($8.1 billion dollars, 5.8 billion euros) in total, the paper said, but would be hugely controversial in light of current concern over the source of weapons being used against Arab rebels.

British military company BAE Systems has separately offered to upgrade Indonesia’s fleet of Hawk jets, it said. Gerald Howarth, a British defence minister, will discuss the potential sale when he attends a defence summit in Jakarta later this month, the Times said.

“I fully expect that to be the case,” Howarth told the paper. “Typhoon is on their agenda. Their interest shows the extent of interest by countries around the world in what is one of the most sophisticated aircraft anywhere.”

Human rights group Amnesty International accuses Indonesia of rights violations including police torture and a restricted media. Former Prime Minister Tony Blair’s Labour government blocked the sale of jets after it was claimed that Indonesia’s Hawk fleet had bombed East Timor rebels.

Kaye Stearman, a spokeswoman for Campaign Against Arms Trade, told the Times: “From 1994 to 1999 Indonesia bought half of its military equipment from the UK, backed by UK export credits.

“The people of Indonesia have accumulated huge debts which they are still paying off. The Hawk jets and other British-made weaponry were used by Indonesia in East Timor, West Papua and Aceh.

“With such a dreadful record, BAE and the British government should not be trying to sell more weapons to Indonesia,” she added.

Eurofighters were grounded last year in several countries due to the problematic ejectors after a crash killed a Saudi pilot.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau