Kasus penembakan waria

Shakira Aktif di LSM Peduli AIDS

Kompas.com - 10/03/2011, 14:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Koordinator Program LSM Arus Pelangi, Widodo Budidarmo alias Dodo, mengenali sosok Faizal alias Shakira sejak 2002. Saat itu,  Dodo berkenalan dengan Shakira di Taman Lawang, Menteng, Jakarta Pusat.

"Saya kenal Shakira sejak 2002. Saya kira, dia sudah lama di sana sebelum kami berdua bertemu," kata dia ketika sedang menunggui pemeriksaan para saksi di Polsek Metro Menteng, Jalan Sutan Syahrir, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/3/2011).

Dodo menuturkan, Shakira adalah seorang waria yang jarang punya musuh. Belakangan ini, Shakira jarang mangkal di Taman Lawang. Sebab, waria asal Medan, Sumatera Utara itu juga terlibat dalam aktivitas LSM Tegak Tegar.

"Dia aktif sebagai pendamping lapangan kampanye Hari AIDS," ujar Dodo yang mengaku di siang hari melayani suami.

LSM Arus Pelangi berupaya mengawal kasus penembakan terhadap tiga waria di Taman Lawang. Dodo berharap polisi bisa mengungkap kasus tersebut. "Kami terus mengawal kasus ini agar ada titik terang siapa pelaku dan apa motif di balik semua ini," ucap pria asli Klaten ini.

Saat ini, petugas Kepolisian Sektor Metro Menteng sedang memeriksa para saksi, yakni Caca, Neli, Memey dan Devi. Sebelum empat saksi itu, polisi sudah meminta keterangan saksi korban, yakni Agus alias Venus yang kini dirawat di RSCM karena luka tembak di dada dan Tantan yang terkena tembakan di pinggang dan tangan kiri.

Dodo sendiri sibuk mencari kontak keluarga Shakira di Medan. Adapun keluarga Venus dan Tantan sedang dalam perjalanan dari Bandung, Jawa Barat menuju rumah sakit.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau