Keimigrasian

Warga AS Urungkan Niatnya Bakar Diri

Kompas.com - 10/03/2011, 22:00 WIB

DENPASAR.KOMPAS.com — Warga Amerika Serikat (AS), Eli Gattenio, yang mengancam akan membakar diri bersama keempat buah hatinya jika dideportasi, akhirnya mengurungkan niatnya. Pihak kantor imigrasi menunda rencana deportasi tersebut.

”Setelah kami berkoordinasi dengan pihak imigrasi dan Kementerian Hukum dan HAM, rencana deportasi hari ini ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan,” kata Pasek Suardika, anggota Komisi X DPR, yang datang langsung menemui Eli dan keempat anaknya di vila mereka, Jalan Dewi Kunti, Kuta, Bali, Kamis (10/3/2011).

Sebelumnya, pihak imigrasi di Denpasar berencana mendeportasi Eli karena visanya telah kedaluwarsa, Kamis (10/3/2011). Namun, sehari sebelumnya Eli yang enggan dideportasi karena ingin tetap tinggal bersama keempat buah hatinya mengancam akan membakar diri bersama mereka jika tetap dipaksa pulang ke negaranya. Eli mengasuh sendiri anak-anaknya sejak bercerai dengan sang istri, Sari Soraya Ruka, pada Mei 2010.

Ancaman Eli ini langsung direspons oleh pihak imigrasi, Konsulat Jenderal AS di Bali, serta Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAID) Bali dengan solusi penundaan deportasi. Bahkan, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar pun turun tangan dengan menelepon langsung putra sulung dari Eli, yakni Indigo Gatenio (11) untuk memberi motivasi. ”Saya bilang kepada bapak menteri terima kasih yang banyak karena telah membantu kami,” kata Indigo Gattenio.

Penundaan ini lebih pada aspek kemanusiaan, tetapi  Eli juga harus melengkapi seluruh persyaratan administrasi kewarganegaraan sesuai undang-undang yang berlaku di Indonesia jika tetap ingin tinggal bersama anak-anaknya.

 

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau