Berkah nyepi

Remisi buat 389 Napi Hindu se-Indonesia

Kompas.com - 10/03/2011, 23:18 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com - Berbeda dengan pemberian remisi khusus hari besar agama lain yang bisa diberikan saat hari H, remisi khusus Nyepi baru bisa diterima narapidana beragama Hindu beberapa hari setelahnya.

Hal ini terkait dengan pelaksaan Catur Brata Penyepian umat Hindu pada saat Nyepi sehingga tidak dapat melakukan aktivitas seperti biasa.

"Berbeda dengan hari keagamaan lain, remisi diberikan pada hari itu juga, tapi kekhususan di Bali karena Nyepi, tapi tidak mengurangi arti," ujar Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Untung Sugiyono di Lapas Kelas II A, Kerobokan, Denpasar, Bali, Kamis (10/3/2011).

Pemberian remisi khusus Nyepi tahun ini secara nasional dipusatkan di Lapas kelas II A, Kerobokan sebagai salah satu Lapas yang banyak dihuni narapidana beragama Hindu.

Remisi khusus Nyepi diberikan kepada 389 narapidana beragama Hindu di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, 374 remisi khusus I atau pengurangan masa tahanan antara 15 hari sampai 2 bulan, sementara remisi khusus II atau langsung bebas diberikan kepada 15 narapidana.

Di Bali, remisi khusus I diberikan kepada 256 narapidana, sementara remisi khusus II diterima oleh 5 narapidana. Untung Sugiyono secara simbolis memberikan remisi khusus ini kepada sejumlah narapidana yang menjalani masa tahanan di Lapas Kerobokan, Denpasar.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau