Mafia hukum

Diperiksa 17 Jam, Cirus Tak Jadi Dibui

Kompas.com - 11/03/2011, 01:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Jaksa Cirus Sinaga baru saja keluar dari Bareskrim Mabes Polri, Jumat (11/3/2011) pukul 01.00, setelah menjalani pemeriksaan sejak Kamis (10/3/2011) pukul 08.00. Ia tampak lelah dan seperti biasa, tak suka meladeni wartawan.

Keluarnya Cirus berarti ia tidak jadi dibui meski sudah menjadi tersangka pelenyapan pasal soal korupsi dalam surat dakwaan terhadap Gayus Halomoan Tambunan. Namun, kuasa hukum Cirus, Tumbur Simanjuntak, menyatakan, Cirus tidak diperiksa menyangkut uang yang diterimanya ataupun mengenai kasus rencana tuntutan.

"Pemeriksaannya sudah selesai dari jam 20.00, tapi masih banyak koreksi, jadi baru selesai sekarang. Tadi pemeriksaannya lebih kurang 44 pertanyaan tentang prosedur penyelidikan perkara, bukan tentang uang atau kasus rentut," ungkap Tumbur di depan kantor Bareskrim Mabes Polri, Jumat dini hari.

Cirus yang sudah diperiksa lebih kurang 17 jam secara maraton itu tampak tak mampu lagi menjawab pertanyaan dari media yang telah menunggunya. Ia lebih banyak menundukkan kepala.

"Kami maunya cepat selesai. Kalau memang enggak ada bukti-buktinya, cepat selesaikan," tambah Tumbur. Cirus kemudian pulang dengan mobil Mercy hitam bernomor polisi B 1169 JU. Ia memakai baju seragam kejaksaan berwarna hitam dan jaket hitam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau