Suku bunga

Investor Tertarik ke Asia

Kompas.com - 11/03/2011, 08:03 WIB

NUSA DUA, KOMPAS.com — Aliran modal asing diyakini masih akan masuk ke negara-negara yang sedang tumbuh, termasuk di Asia. Dari sekitar 800 miliar dollar AS aliran modal asing yang masuk ke pasar dunia, sekitar 400 miliar dollar AS di antaranya akan masuk ke pasar yang tumbuh di wilayah Asia tahun ini.

Menurut Direktur Riset dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia Perry Warjiyo, kondisi Asia yang menarik—dengan adanya perbedaan suku bunga dibandingkan negara maju—menjadi alasan banyaknya aliran dana asing tersebut.

”Perkiraan The Institute of International Finance, sekitar 13 miliar hingga 15 miliar dollar AS akan masuk ke Indonesia,” kata Perry di Nusa Dua, Bali, Kamis (10/3/2011).

Indonesia, kata Perry, sangat menarik bagi investor asing karena sisi fundamental dan pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Pada 2010, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,1 persen.

Langkah dan kebijakan menghadapi aliran modal asing itu akan dibahas dalam konferensi bersama Bank Indonesia, Dana Moneter Internasional, dan Badan Koordinasi Penanaman Modal. Konferensi bertema ”Coping with Asia’s Large Capital Inflows in a Multi-Speed Global Economy” itu diselenggarakan di Nusa Dua, Bali, Jumat (11/3/2011).

Menurut Kepala Biro Humas BI Difi A Johansyah, sejumlah isu akan dibahas dalam konferensi, di antaranya tentang upaya mengoptimalkan keuntungan dari arus masuk modal.

Pembicara yang hadir, antara lain, adalah Director Asia Pasific Department IMF Anoop Singh, Deputy Governor Central Bank of Turkey Erdem Basci, dan Chief Advisor China Banking Regulatory Commission Andrew LT Sheng.

Kemarin, Perry menuturkan, dibandingkan tahun 2010, risiko dan ketidakpastian lebih tinggi. Misalnya, terkait harga minyak mentah dunia dan soal geopolitik. Oleh karena itu, kendati tren arus modal asing ke pasar yang tumbuh masih tinggi, tahun 2011 ini harus dihadapi dengan lebih hati-hati.

Berkaitan dengan harga minyak, ia mengatakan, kenaikan harga minyak dan komoditas dialami semua negara maka bukan hanya Indonesia yang menghadapi tekanan inflasi. (IDR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau