Tsunami jepang

Tim Evakuasi KBRI Terhalang Lumpur

Kompas.com - 12/03/2011, 17:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim evakuasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang sedang menuju Sendai mengalami kendala karena terhalang lumpur pascatsunami di Miyagi.

"Saat ini, tim evakuasi yang dipimpin oleh Mayor Zaenal, fungsi pertahanan KBRI, sedang berusaha menuju lokasi mengingat lokasi cukup sulit dan jalan yang dipenuhi lumpur di daerah Miyagi," kata Fithra Faisal Hastiadi, Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang, melalui pesan singkat yang diterima Antara, Sabtu (12/3/2011).

Selain lumpur yang memenuhi jalanan di sekitar Miyagi, Fithra menambahkan, ruas jalan tol menuju lokasi daerah gempa terparah masih belum sepenuhnya berfungsi.

Fithra juga mengatakan, tim evakuasi dari KBRI Tokyo diperkirakan tiba di lokasi pada pukul 22.00 waktu setempat.

"Setibanya di lokasi, tim akan mendahulukan wanita, anak-anak, dan lansia untuk dibawa ke Tokyo," katanya.

Menurutnya, jumlah pelajar Indonesia beserta keluarga mereka yang ada di Jepang mencapai lebih dari 100 jiwa.

Saat ini, tim Relief KBRI telah sampai di Fukushima dan terhalang longsor di area yang berjarak sekitar 50 km dari Perfektur Iwate dan Miyagi.

Sebelumnya, Duta Besar RI untuk Jepang Muhammad Lutfi mengatakan, 95 kepala keluarga WNI di Jepang telah dinyatakan selamat dan diketahui keberadaannya.

"Mereka sudah dapat dihubungi dan berada di sejumlah pengungsian di Jepang. Mereka semua dalam keadaan sehat dan selamat," kata Lutfi, via telepon, yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu siang.

Pemerintah Jepang telah mengerahkan helikopetr untuk mengevakuasi korban di Kesennuma City, Miyagi.

Jepang dilanda gempa bumi berkekutan 8,9 pada Jumat (11/3/2011) siang pukul 14.46 waktu setempat. Gelombang tsunami setinggi 10 meter menyusul setelah gempa bumi dan meluluhlantakkan Miyagi dan Prefektur Iwate, dua daerah yang terparah.

Sementara itu, menurut Badan Meteorologi dan Geofisika Amerika Serikat (USGS), gempa susulan berkekuatan 6,8 kembali mengguncang wilayah pantai timur Jepang, seperti dilansir AFP, Sabtu.

Gempa susulan ini, menurut USGS, berada di kedalaman 24 kilometer dan berpusat di 174 km arah timur dan timur laut kota Sendai.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau