Tenis indian wells

Langkah Tiga Mantan Juara Belum Terbendung

Kompas.com - 13/03/2011, 04:09 WIB

INDIAN WELLS, Jumat - Tiga mantan juara BNP Paribas Indian Wells Terbuka, yakni Jelena Jankovic, Kim Clijsters, dan Ana Ivanovic, menang atas lawan mereka di babak kedua, Jumat (11/3) di Indian Wells, California. Bintang muda Kanada, Milos Raonic, juga melaju mulus dengan servisnya yang berkecepatan 238 kilometer per jam.

Juara bertahan 2010, Jelena Jankovic, yang berusaha mempertahankan gelarnya bermain sangat percaya diri saat mengalahkan Coco Vandeweghe dari AS dengan skor 6-2, 6-1. Jankovic memenangi 20 dari 25 servis poin pertama.

”Dua minggu lalu saya mulai percaya diri dengan permainan saya. Coco membuat banyak kesalahan sendiri. Saya tidak tahu harus berharap apa dengan pertandingan ini karena hanya pernah sekali berhadapan dengannya. Yang saya tahu, dia memiliki servis yang kuat,” kata Jankovic.

Kemenangan ini membuat Jankovic maju ke babak ketiga dan akan ditantang Julia Goerges dari Jerman. Di babak kedua, Julia mengalahkan petenis Austria, Sybille Bammer, dengan skor 6-1, 6-3.

Jika Jankovic berhasil mempertahankan gelarnya, dia akan menyamai prestasi Martina Navratilova yang menjuarai Indian Wells terbuka dua tahun berturut-turut, 1990 dan 1991.

Sementara juara Indian Wells 2003 dan 2005 dari Belgia, Kim Clijsters, hanya butuh 52 menit guna mengandaskan petenis Rusia, Alla Kudryavtseva, 6-2, 6-0. Clijsters tampil dominan dan tidak memberi kesempatan Kudryavtseva untuk mengembangkan permainan.

”Saya senang dapat bermain kembali di lapangan terbuka dan arena yang besar. Beberapa turnamen yang saya ikuti sebelumnya berada di dalam ruangan,” kata Clijsters.

Clijsters yang diunggulkan di tempat kedua akan menghadapi petenis Italia, Sara Errani. Errani mengalahkan Jarmila Groth (Australia), 7-5, 4-6, 6-2.

Petenis Serbia, Ana Ivanovic, yang pernah menjuarai Indian Wells tahun 2008, juga melaju ke babak ketiga setelah mengalahkan petenis Jepang, Kimiko Date-Krumm, 6-4, 6-2.

”Shock” karena gempa 

Seusai pertandingan, Kimiko mengaku dirinya masih shock dengan gempa dan tsunami dahsyat yang melanda negerinya, beberapa jam sebelum pertandingan.

”Saat menghidupkan televisi di kamar, saya terkejut dengan besarnya dampak gempa dan tsunami. Untungnya, ibu dan keluarga saya selamat. Mereka juga sudah mengirimkan e-mail untuk memberi tahu bahwa semua saudara selamat,” kata Kimiko.

Petenis putra Jepang, Kei Nishikori, juga mengaku sedih dan terpukul dengan bencana alam itu. Nishikori yang bertanding melawan Igor Andreev mengenakan pita hitam di lengannya. 

”Saya masih terkejut sejak kemarin sampai hari ini. Di dalam hati, saya masih terpikir mengenai para korban meskipun saya berusaha berkonsentrasi di pertandingan ini,” kata Nishikori. Nishikori akhirnya kalah dengan skor 6-4, 6-7 (2/7), 6-4.

Petenis Kanada, Milos Raonic, mengempaskan petenis Turki, Marsel Ilhan, 6-2, 7-6 (7/4). Pada gim kedua di set kedua, Raonic mendapatkan nilai setelah Ilhan gagal mengembalikan servis berkecepatan 238 km per jam. 

Raonic juga memukau 5.000 penonton dengan melepaskan servis berkecepatan 225 km per jam dan 221 km per jam pada gim terakhir di set pertama. Meski gembira dengan kemenangannya, Raonic justru mengaku kurang puas dengan servisnya. (AFP/ECA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau