Ruang publik

Buang Sial, Taman Unyil Berganti Nama

Kompas.com - 13/03/2011, 06:47 WIB

UNGARAN, KOMPAS.com — Bupati Semarang Dr Mundjirin SpOG akan mengganti nama dua tempat publik di Kota Ungaran karena selama ini dianggap kurang pantas dan tidak membawa keberuntungan. Dua tempat itu adalah Alun-alun Mini dan Taman Unyil.

Alun-alun Mini, yang sementara ini statusnya masih menjadi alun-alun kabupaten, sebelum alun-alun baru dibangun akan berubah nama menjadi Alun-alun Sidomulyo, sementara Taman Unyil akan berganti nama menjadi Taman Serasi.

'Coba bayangkan saja, Ungaran sebagai ibu kota ini kotanya sangat kecil, alun-alunnya mini, pendoponya juga kecil, tamannya juga unyil. Bagi saya nama itu penting, nama itu doa yang membawa harapan dan semangat kepada warganya,' jelasnya, Sabtu (12/3/11).

Ia juga tak menolak anggapan bahwa alasan perubahan nama Taman Unyil menjadi Taman Serasi adalah lebih sebagai upaya menghapus citra negatif atas satu-satunya taman yang dimiliki ibu kota Kabupaten Semarang itu. Maklum, sejauh ini bagi warga Ungaran dan sekitarnya tempat ini lebih dikenal sebagai tempat mangkalnya para waria dan PSK pada malam hari.

'Ya, itu kenyataan yang tidak bisa dibantah. Kami akan lakukan pembenahan, dibuat lebih terang, lebih bersih, dan lebih ditertibkan lagi,' ungkapnya.

Salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Semarang, Gus Rokhiem (45), mengatakan, dalam budaya Jawa dikenal istilah Kabotan Jeneng (keberatan nama-red), yakni kondisi di mana musibah, kesialan, penyakit, dan hal-hal buruk lainnya diyakini disebabkan salah satunya oleh nama yang tidak pas atau sesuai.

Menurutnya, selama 10 tahun terakhir situasi politik di Kabupaten Semarang sangat terpuruk. Dendam politik membuat hubungan antara eksekutif dan legislatif memburuk sehingga pembangunan terabaikan. Tidak itu saja, suksesi dua bupati sebelum Munjirin juga berlangsung tidak normal karena bupati tersandung masalah.

"Sejarah kita yang tak pernah lepas dari prahara politik mungkin menjadi pertimbangan Pak Bupati baru untuk mengganti nama sejumlah ikon di Kabupaten Semarang. Semoga ikhtiar ini juga diiringi perubahan perilaku pemimpin kita,' pungkasnya.

Di sejumlah kesempatan, Munjirin sudah menyampaikan perubahan nama dua landmark kota Ungaran itu. Namun, penetapan secara resmi nama Taman Serasi dan Alun-alun Sidomulyo baru akan dilakukan Selasa (15/3/11), bersamaan dengan resepsi peringatan hari jadi Kabupaten Semarang di pendopo rumah dinas bupati.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau