Jakarta, Kompas -
Aji Santoso, Pelatih Persebaya 1927, memperkuat serangan dengan memasukkan pemain yang baru bergabung dengan Persebaya 1927, Andrew Barisic, untuk menggantikan Lucky Wahyu. Andrew membobol gawang Aceh United pada menit ke-62.
Aceh United mengeluarkan bek Tapip dan menggantinya dengan Diva Ardiansah serta Abdurahman digantikan Riko Suprianto. Namun, gawang Aceh United bobol lagi pada menit ke-83 oleh tendangan Andik Vermansyah.
Aji Santoso mengatakan, timnya memang tampil maksimal. Mereka terus memanfaatkan peluang yang ada.
Menurut Pelatih Aceh United Lionel Garbonier, pertandingan melawan Persebaya 1927 seperti pertandingan lima orang melawan 11 orang.
Sementara itu, tuan rumah Jakarta FC menundukkan tamunya, Manado United, dengan skor telak, 3-0 (1-0), Minggu di Stadion Cibinong, Bogor. Gol Jakarta FC dicetak Cornelius Geddy pada menit ke-21. Gol kedua dan ketiga dicetak Emanuel de Porras pada menit ke-77 dan ke-79.
Kemenangan Jakarta FC berkat ketajaman duet pemain depan, yaitu Emanuel de Porras dan San San.
Pertahanan Manado United dapat diporakporandakan oleh kedua pemain itu. Serangan Manado United dapat dimentahkan barisan pertahanan Jakarta FC.
Gol Geddy tercipta lewat umpan terobosan Hendra Bayouw. Tendangan Geddy dari jarak jauh gagal diantisipasi kiper Manado United, Bogey Santoso. San San hampir saja menambah gol pada menit ke-25. Sayang, tendangannya terlalu tinggi sehingga bola melayang di atas mistar.
Pada babak kedua, Jakarta FC tidak mengendurkan permainan. Pada menit ke-58, de Porras membuat peluang emas. Tendangannya membentur mistar dan gagal dimanfaatkan kawan.
Dari Semarang dilaporkan, tuan rumah Semarang United menang tipis atas tamunya, Real Mataram FC, 1-0, Minggu di Stadion Jatidiri. Laga berlangsung di tengah hujan dan lapangan becek. Satu-satunya gol Semarang United disumbangkan Amarildo Souza pada menit ketiga dari tendangan bebas.
Gol Semarang United diawali pelanggaran oleh pemain Real Mataram yang menghasilkan tendangan bebas. Tendangan bebas yang dilakukan Souza sukses menembus pagar betis lawan. Menit ke-33, Real Mataram mendapat hadiah penalti setelah Fortes dijatuhkan. Namun, Fortes gagal melaksanakan tugasnya.
CEO Semarang United Aris Mustafa mengatakan, kemenangan tersebut dapat menjaga moral pemain agar bertahan di peringkat atas klasemen.
Manajer Real Mataram Kusnadi berpendapat, pemain sering melakukan kesalahan sehingga merugikan tim. ”Kami belum beruntung karena tidak bisa menyelesaikan peluang dengan baik,” kata Kusnadi.
Aris dan Kusnadi sependapat, kondisi lapangan yang buruk membuat pemain tidak bermain maksimal.