Tsunami jepang

Komunikasi Sulit, Cuma Bisa Internet

Kompas.com - 14/03/2011, 11:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Luar Negeri Triono Wibowo mengatakan, komunikasi melalui telepon seluler di Jepang menjadi sulit karena rusaknya infrastruktur dan sistem pascabencana gempa dan tsunami beberapa hari lalu.

Saat ini, komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia dan warga negara Indonesia yang ada di Jepang hanya bisa dijalin melalui layanan internet. "Jaringan telepon tak bisa digunakan. Saat ini komunikasi yang kita andalkan hanya internet," katanya sebelum mengikuti rapat kerja dengan Komisi I DPR RI, Senin (14/3/2011).

Sejumlah warga negara Indonesia yang tinggal di Jepang juga mengakui sulitnya hubungan komunikasi via telepon seluler di Jepang saat ini. Salah satunya, Todo Napitupulu, WNI yang tinggal di Chofu Jepang, menegaskan kesulitan ini. Todo memanfaatkan akunnya di jejaring sosial Facebook untuk memberikan informasi bahwa dia, istri dan bayinya yang baru lahir dalam keadaan sehat.

"Karena gempa, telepon operator telepon seluler pada down semua, mau menghubungi keluarga tidak bisa lewat telepon, harus lewat chat YM dan google," tulisnya.

Pemerintah Indonesia juga memulangkan 121 WNI yang selamat dari bencana gempa dan tsunami di Sendai, yaitu pusat gempa terparah di Jepang. Mereka diperkirakan akan tiba di Indonesia pada Selasa dini hari. Para WNI ini kehilangan harta bendanya dan tempat tinggalnya luluh lantak. KBRI berhasil mengumpulkan mereka dan beberapa hari ini mereka sempat diungsikan sementara di Tokyo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau