Sea games

Geram, Riedl Tolak Panggil Okto

Kompas.com - 14/03/2011, 13:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelatih tim nasional Indonesia Alfred Riedl menolak memanggil gelandang Oktovianus Maniani ke skuad pelatnas Sea Games 2011. Alasannya, Riedl mengaku geram dengan tindakan indispliner Okto yang terjadi berulang-ulang.

Menurut catatan Kompas.com, Okto setidaknya sudah dua kali membuat Riedl naik pitam. Pertama saat ia kabur dari pelatnas untuk memperkuat klubnya, Sriwijaya FC, melawan Persipura Jayapura, Januari lalu. Kemudian awal bulan ini Okto juga sempat mangkir dari latihan tanpa alasan yang jelas. "Okto keluar karena masalah dispilin. Setiap pekan selalu saja ada masalah yang dia buat," ujar Riedl saat konfrensi pers, Senin (14/3/2011).

Riedl kemudian membandingkan Okto dengan Cristian Gonzales yang selalu bersikap rendah hati meski dipuji banyak kalangan di Piala AFF lalu. "Okto ini bertalenta, tapi ini tidak cukup. Kami mengutamakan permainan tim, bukan permainan individu. Bisa dibandingkan dia dengan Cristian Gonzales yang berkontribusi besar mengantar timnas ke final AFF. Dia mencetak dua gol lawan Filipina, tapi dia bisa bersikap profesional. Sementara Okto yang kontribusinya tak signifikan, tingkahnya aneh-aneh," papar Riedl.

Meski kesal, Riedl mengaku masih mau memberi Okto kesempatan jika sikap pemain berusia 20 tahun itu bisa berubah. "Saya belum beritahu dia soal pencoretan ini. Saya sering bicara dengan dia dan meminta dia disiplin, tapi terus saja sikapnya diulangi. Dia tidak menunjukkan komitmen untuk tim ini. Jika dia berubah, dia bisa bergabung lagi. Tentu saja saya ingin memiliki pemain terbaik di tim ini," kata Riedl.

Riedl selama ini memang dikenal sebagai pelatih yang sangat dispilin. Jangankan Okto, bintang sekelas Boaz Salossa saja ia coret di Piala AFF lalu karena tak mematuhi peraturan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau