Dampak gempa

Ledakan Kedua Terjadi di Reaktor Nuklir

Kompas.com - 14/03/2011, 18:34 WIB

TOKYO, KOMPAS.com - Jepang masih menghadapi krisis darurat nuklir. Setelah berjuang keras mengatasi masalah pada reaktor nomor satu di PLTN Fukushima, ledakan kembali terjadi di reaktor lainnya, Senin (14/3/2011). Asap putih mengepul dari reaktor tersebut setelah terdengar ledakan dan dilaporkan beberapa pekerja di sana terluka. Ledakan tersebut terjadi pada reaktor nomor 3 yang juga mengalami masalah pada sistem pendinginnya usai diguncang gempa secara beruntun sejak gempa 9 Skala Richter (SR) mengguncang Jepang, Jumat lalu.

Untuk mendinginkan reaktor yang masih panas mesti telah dimatikan, pihak pengelola berupaya menggunakan air laut secara langsung. Perusahaan yang mengoperasikan reaktor nuklir itu, Tokyo Electric Power Co (TEPCO), sadar bahwa pendinginan langsung dengan air laut bisa menimbulkan tekanan tinggi di sekitar reaktor dan dapat memicu ledakan. Gas hidrogen yang dihasilkan dari proses pendinginandengan air laut menimbulkan ledakan saat bertemu gas oksigen di atmosfer. Namun, mereka tak punya pilihan untuk mencegah reaktor lumer dan berisiko melepas zat radioaktif lebih besar.

"Selongsong penahan luar di reaktor unit 3 tetap utuh," kata Kepala Sekretaris Kabinet jepang Yukio Edano menjelaskan ledakan tersebut. Namun, bangunan di sekitarnya tidak dapat menahan ledakan tersebut sehingga runtuh dan tersisa kerangkanya saja. Hal tersebut merupakan bagian dari usaha penyelamatan reaktor seperti yang dilakukan pada reaktor nomor satu, Sabtu lalu.

TEPCO menyatakan tingkat radiasi di sekitar reakot nomor 3 tersebut masih di bawah ambang batas untuk dilaporkan kepada pemerintah. Meski demikian, lebih dari 180.000 penduduk yang bermukim di sekitar reaktor kini telah diungsikan untuk mencegah dampak radiasi. Sebanyak 160 orang dilaporkan terpapar radiasi nuklir.

Saat ini, TEPCO juga masih berjuang melakukan pendinginan di reaktor nomor 2 yang juga mengalamai masalah yang sama. Upaya pendinginan dengan air laut diperkirakan jug akan menimbulkan ledakan serupa. Total ada enam reaktor yang ditetapkan dalam kondisi darurat di Fukushima. Tiga reaktor di Dai-ichi dan tiga lainnya di Fukushima Daini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau