Kasus gki yasmin

NU Sesalkan Tindakan Diskriminasi

Kompas.com - 14/03/2011, 22:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menyesalkan tindakan diskriminatif dan intoleransi yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor yang menolak putusan MA mengenai izin mendirikan bangunan pada Gereja Kristen Indonesia Taman Yasmin. Hal ini mengakibatkan jemaat Gereja Kristen Indonesia tidak bisa melaksanakan ibadah dalam gereja karena gerbang gereja digembok dan disegel.

"Kami sangat prihatin dan menyesalkan munculnya sikap-sikap intoleransi seperti ini. Indonesia adalah negara berwawasan kebangsaan. Tidak ada agama yang mayoritas dan minoritas. Semua diposisikan dengan derajat yang sama dan tidak ada diskriminasi," ungkap Wakil Sekjen Nahdlatul Ulama Imdadun Rahmat saat menghadiri konferensi pers Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Kantor PGI, Senin (14/3/2011).

Menurutnya, dalam kasus GKI Taman Yasmin ini, kelompok minoritas justru dijadikan korban, baik melalui kebijakan pemerintah maupun masyarakat. Ia berharap pemerintah daerah tidak mudah terpengaruh kelompok-kelompok tertentu yang cenderung menumbuhkan kebencian, terutama kepada kelompok minoritas.

Seperti diketahui, persoalan GKI Taman Yasmin telah berlangsung berlarut-larut hingga saat ini. GKI Taman Yasmin sudah mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) gedung gereja di Kelurahan Curug Mekar, Bogor, 13 Juni 2006 melalui SK Wali Kota Bogor no 645.8-372. Namun, izin tersebut dicabut secara sepihak oleh Pemkot Bogor pada 14 Februari 2008 melalui nomor surat 503/208/-DTKP. Tak hanya itu, Pemkot Bogor juga menggembok dan menyegel pagar kompleks gereja tersebut pada 10 April 2010. Sejak peristiwa itu, jemaat GKI Yasmin menggelar kegiatan ibadah di trotoar depan gereja setiap hari Minggu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau