Penyakit menular

Leptospirosis Merebak di Kulon Progo

Kompas.com - 15/03/2011, 03:29 WIB

KULON PROGO, KOMPAS - Leptospirosis, penyakit yang disebabkan bakteri Leptospira sp, merebak di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dinas kesehatan setempat berupaya menetapkan kondisi ini sebagai kejadian luar biasa.

”Kami sedang menunggu surat keputusan bupati sebagai dasar penetapan KLB leptospirosis,” kata Kepala Seksi Pengamatan Penyakit dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Kulon Progo Th Baning Rahayujati di Kulon Progo, Senin (14/3).

Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Kulon Progo, pada Januari-pertengahan Maret 2011 ada 66 kasus leptospirosis, enam di antaranya meninggal. Tahun 2010 ada 55 kasus dan delapan di antaranya meninggal.

Tahun ini, kasus terbanyak terjadi di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Nanggulan 12 kasus, Sentolo 12 kasus, Samigaluh 10 kasus, dan Kokap 10 kasus. Sebagian besar warga yang terjangkit adalah petani dan peternak.

Menurut Baning, untuk mengatasi itu, pihaknya menyosialisasikan penanganan dan pencegahan penyakit leptospirosis ke sejumlah desa. Dinkes juga melakukan penyelidikan epidemis di sekitar tempat terjadinya kasus.

Untuk mengetahui penularnya, dinkes melakukan penelitian bersama tiga lembaga, yaitu Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pemberantasan Penyakit Menular Yogyakarta, Loka Penelitian dan Pengembangan Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara, serta Balai Penelitian Reservoir dan Vector Salatiga.

”Penelitian masih berlangsung. Hasilnya belum bisa diketahui. Kami menduga bakteri berasal dari urine tikus,” katanya.

Kepala Puskesmas Kecamatan Nanggulan Sajarwadi mengemukakan, tahun 2010 di Nanggulan ada lima kasus leptospirosis. Dua penderitanya meninggal. Pada Januari-pertengahan Maret 2011 terdapat 12 kasus dan satu orang meninggal.

”Mereka yang meninggal akibat penyakit itu tidak mempunyai riwayat penyakit bawaan. Mereka kebanyakan terserang ginjal dan hati,” katanya.

Kepala Dinkes Provinsi DI Yogyakarta Sarminto mengakui, leptospirosis marak di Yogyakarta terutama di Kabupaten Bantul, Kulon Progo, Gunung Kidul, dan Sleman. Di Yogyakarta, sepanjang Januari-pertengahan Maret 2011 ada 106 kasus dan 13 penderita meninggal. (HEN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau