Bahan pangan

Kebutuhan Singkong Tak Terpenuhi

Kompas.com - 15/03/2011, 03:59 WIB

Purwakarta, Kompas - Kebutuhan singkong untuk bahan baku makanan olahan di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, tak terpenuhi akibat keterbatasan produksi. Sejumlah pengusaha terpaksa berburu singkong untuk memenuhi bahan baku ke sejumlah daerah lain.

Produksi singkong Purwakarta cenderung meningkat beberapa tahun ini, dan rata-rata mencapai 140.000 ton per tahun. Namun jumlah itu belum memenuhi kebutuhan bahan baku industri makanan olahan, terutama usaha tape yang jumlahnya 120 unit dan tersebar di sentra Sukatani, Jatiluhur, dan Tajursindang.

Muhamad (40), pembuat tape di Kampung Bendul, Desa Sukatani, Kecamatan Sukatani, Senin (14/3), menyatakan, harus berburu singkong hingga Cianjur dan Sukabumi bagian selatan, Cirebon, serta Subang. Ia melakukan itu, karena produksi di Purwakarta tak mencukupi. Dari 2,5 ton kebutuhan singkong usaha Muhamad per hari, rata-rata hanya terpenuhi 2 ton.

Produk tape asal Bendul dipasarkan ke warung dan kios penganan khas Jawa Barat di sepanjang jalur pantai utara Cikampek (Karawang) hingga Patrol (Indramayu). Sebagian pengusaha tape memasok kios-kios di jalur Purwakarta-Padalarang-Bandung serta pedagang di Bekasi dan Jakarta.

Selain tape, singkong juga menjadi bahan baku tepung aci, keripik, dan gorengan. Saat ini, harga singkong di kebun Rp 800 per kg, namun sebagian pelaku usaha berani membeli Rp 1.000-Rp 1.200 per kg.

Harga singkong eceran di pasar bahkan mencapai Rp 2.000-Rp 3.000 per kg. Menurut Sujoyo (42), Wakil Paguyuban Perajin Tempe Purwakarta, meski fluktuatif, harga singkong cenderung naik. Tahun 2008, harga singkong Rp 400-Rp 700 per kg. Saat ini rata-rata di atas Rp 2.000 per kg di tingkat eceran.

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan Purwakarta, Dedi Setyadi, menyebutkan, tahun 2010, luas panen singkong di Purwakarta 7.481 hektar. Dengan produktivitas 18,7 ton per hektar, produksi singkong mencapai 140.098 ton. (mkn)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau