Sharapova Nyaris Jadi Korban Radiasi

Kompas.com - 15/03/2011, 09:46 WIB

INDIAN WELLS, KOMPAS.com — Petenis Rusia, Maria Sharapova, mengaku khawatir krisis nuklir di Jepang akan berdampak seperti Chernobyl pada 1986.

"Ini gila dan kita tidak pernah menyangka dapat terjadi," kata Sharapova terkait krisis yang melanda Jepang. "Hal ini bisa terjadi dan melihat tayangan peliputan kejadian itu cukup mengerikan."

Jepang kini tengah terancam radiasi akibat meledaknya reaktor nuklir mereka. Sistem pengamanan reaktor nuklir tersebut tidak berfungsi akibat terhantam badai tsunami yang terjadi pada Jumat lalu.

Para ahli nuklir memperkirakan ada kemungkinan kebocoran dan radiasi, meski tidak separah Chernobyl pada 1986.

Ketika bencana Chernobyl terjadi, ibu Sharapova, Yelena, tengah mengandungnya. Yelena dan suaminya, Yuri, kemudian meninggalkan kota mereka, Gomel yang terletak 80 mil sebelah utara Chernobyl. Gomel merupakan satu wilayah yang terkena dampak radiasi akibat bocornya pusat nuklir di Chernobyl.

Sharapova kini bertugas sebagai duta kehormatan PBB untuk memperingatkan tentang bahaya terulangnya tragedi Chernobyl. "Meski sudah terjadi lama sekali, kejadian ini masih berdampak pada masyarakat di sana. Anak-anak yang lahir saat itu dan sekarang memiliki anak dengan kelainan tubuh sehingga mereka sulit hidup normal," kata Sharapova.

Sharapova pun membayangkan bila hal tersebut terjadi di Jepang. "Negeri ini memberi banyak kenangan buat saya. Saya bermain di sana saat masih muda. Jadi, saya sangat sedih bila mengingat budaya dan masyarakat di sana."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau