5 Trik Hadapi Stres

Kompas.com - 15/03/2011, 15:54 WIB

KOMPAS.com - Perubahan mood secara signifikan mendadak, masalah sakit sebelum menstruasi, masalah tidur, bahkan diabetes, kanker, dan penyakit jantung bisa tercetus karena masalah stres yang tidak diatasi, terang Pamela Peeke, MD,  MPH, ahli masalah stres dan pengarang Body for Life for Women. Menurut survei badan kesehatan wanita di Amerika, sekitar 90 persen dari 681 responden wanita merasa dirinya menghadapi stres level menengah hingga tinggi setiap harinya. Kurang dari setengah responden tadi merasa mampu mengatasi stres itu.

Penyebab masalah kesehatan pada tubuh saat stres adalah kortisol, hormon stres yang melemahkan sistem imun tubuh yang membuat orang yang stres lebih rentan menghadapi masalah kesehatan. Berikut saran Peeke untuk menghadapi stres dan menjaga keseimbangan pikiran:

Seimbangkan sikap
Perhatikan kondisi yang Anda hadapi, jika kondisi yang dihadapi bukan hal yang mudah untuk dihadapi dan tak bisa diselesaikan dalam semalam, yang bisa Anda lakukan adalah mengubah cara pandang Anda terhadap situasi tersebut. Sementara Anda berusaha menyesuaikan apa yang Anda bisa, seperti mencari lowongan pekerjaan, atau mencari Pembantu Rumah Tangga, hal lain yang bisa Anda lakukan adalah mengubah sikap. "Semuanya berasal dari pikiran kita. Kadang, kita tersesat dalam pikiran sendiri. Sesuatunya tidak terlalu membuat stres jika Anda tidak memandang persoalan itu sebagai hal yang bikin stres. Gunakan sikap humor Anda untuk melihat situasi dengan cara yang berbeda. Ketimbang terobsesi memandang hambatan sebagai tantangan yang sulit, toh tantangan akan selalu ada tantangan dan hambatan, cobalah melihatnya sebagai sebuah kesempatan untuk memperkaya diri dan bertumbuh lebih kuat dan bijaksana.

Menjaga kebiasaan menyehatkan

Saat stres, amat rentan untuk seseorang mengabaikan pola hidup sehat, padahal justru pada saat itulah pola dan gaya hidup sehat diperlukan. Tidur yang lelap dibutuhkan untuk mengembalikan energi menghadapi hari baru, jadi pastikan lampu dan televisi dalam keadaan mati saat beranjak tidur. Makan makanan bernutrisi dalam porsi kecil tapi sering sepanjang hari untuk membantu mendorong energi dan menutrisi tubuh. Sementara berjalan kaki 10 menit per hari bisa membantu mengurangi ketegangan, olahraga di luar ruangan yang dilakukan rutin bisa menghambat reaksi stres pada tubuh sebelum terjadi.

Istirahat
Relaksasi bisa memberi efek yang baik dan berlangsung lama bagi mood Anda. Peeke merekomendasikan untuk menyiapkan waktu sekitar 10-20 menit per hari untuk berlatih yoga, tai chi, meditasi, atau metode relaksasi lainnya, ditambah sesi mini selama 5 menit setiap Anda butuh ketenangan diri. Anda bisa duduk diam dan berfokus pada napas, mengucap kata-kata pembangkit semangat dan sikap positif berulang, atau Anda bisa meditasi sambil berjalan, fokuskan pikiran Anda pada pergerakan setiap bagian tubuh Anda.

Ciptakan rencana cadangan

Ciptakan berbagai macam rencana cadangan untuk setiap rencana agenda yang Anda lakukan. Misal, saat Anda berencana pergi ke pusat kebugaran tetapi si kecil sakit dan Anda harus tetap di rumah, coba pasang video kebugaran saat si kecil tidur siang. Atau Anda seringkali melewatkan sarapan karena tak punya waktu untuk menyiapkan di pagi hari? Sediakan makanan sehat yang bisa dibawa dengan mudah di lemari makan, seperti buah-buahan kering atau makanan kemasan rendah gula, atau siapkan malam sebelumnya. Jangan mau dikalahkan keadaan.

Kumpul bersama teman-teman wanita

Peeke menyarankan untuk mengelilingi diri dengan sistem dukungan yang mengerti Anda, seperti sahabat wanita. "Teman pria cenderung penyorak, sementara teman perempuan lebih punya empati dan penyemangat yang pengertian saat Anda mulai berpikiran yang bisa merusak diri. Ingat-ingat siapa saja teman wanita yang nyaman Anda jadikan teman bersandar setiap kali Anda menemukan masalah, jangan lupa untuk selalu ada setiap kali mereka butuh teman, ya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau