Ledakan utan kayu

Priyo: Kalau Politik, Kecil Kemungkinan

Kompas.com - 15/03/2011, 18:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso tak yakin bahwa motif di balik ledakan bom dalam kemasan pengiriman buku yang dialamatkan kepada aktivis dan politisi Partai Demokrat Ulil Abshar Abdalla adalah alasan politis. Priyo memperkirakan motifnya terkait perbedaan ideologi, keyakinan atau mazhab yang dianut.

"Kita tak tahu siapa yang melakukan. Biasanya hal-hal yang begini ini bukan perbedaan politik, tapi pada mazhab yang berbau keyakinan. Kalau politik, kecil kemungkinan. Tapi saya tak tahu," katanya di Gedung DPR RI, Selasa (15/3/2011).

Politisi Golkar ini tampak terkejut mendengar kabar tersebut. Namun, Priyo meminta polisi untuk segera mengambil langkah terbaik untuk menyelidiki kasus ledakan bom yang membuat satu polisi terluka parah ini secara tuntas.

Priyo sangat menyayangkan ledakan bom ini terjadi jika disebabkan perbedaan pendapat. Menurutnya, perbedaan seharusnya dihormati sebagai salah satu dinami membangun demokrasi yang tepat di Indonesia.

Namun menurutnya, untuk alasan apapun, teror tak boleh dihalalkan. "Saya enggak tahu apa ada hubungannya posisi Pak Ulil sebagai pimpinan Demokrat atau aktivitas lain sebagai pimpinan Jaringan Islam Liberal atau sebagai aktivis lainnya. Tapi apapun posisinya, tak dibenarkan seperti itu. Saya sedih harus katakan kok sampai jatuh korban. Kita tak ingin model-model teror seperti ini terus dibenarkan," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau