Chris John Impor Sparring Partner

Kompas.com - 16/03/2011, 15:15 WIB

SEMARANG, Kompas.com - Pemegang gelar Super Champions kelas bulu WBA, Chris John, mengusung mitra tandingnya dari Australia ke Bali untuk persiapan lanjutan melawan penantangnya, Daud "Cino" Jordan, di Jakarta, 17 April 2011.      

Petinju dengan rekor bertarung 44 kali menang (22 di antaranya dengan KO) dan dua kali seri tersebut ketika dihubungi dari Semarang, Rabu, mengatakan, tiga mitra tanding tersebut bakal mendampingi dirinya saat menjalani latihan lanjutan di Bali.      

Ketiga mitra tanding yang dibawa ke Pulau Bali tersebut, menurut petinju dengan julukan The Dragon tersebut, adalah Ben Rabah, Yondale Evens, dan Malcom.   "Kami berangkat dari Australia, Sabtu (19/3)," katanya kepada Antara.      

Selama di Bali, katanya, dirinya bakal berlatih di Sasana Mirah Boxing Camp milik Zaenal Thayeb (yang juga mantan promotornya). "Kami belum ada rencana untuk menambah lawan mitra tanding selama di Bali termasuk petinju dari sasananya Pak Zaenal. Kami berlatih dengan tiga mitra tanding yang dibawa dari Australia," katanya.      

Kemungkinan, kata suami mantan atlet wushu Jawa Tengah, Anna Maria Megawati tersebut, dirinya berlatih di Bali hingga menjelang pertarungan kemudian berangkat ke Jakarta untuk persiapan pertarungan.      

Ketika ditanya soal target pertarungan melawan petinju berasal dari Kalimantan Barat tersebut, petinju yang terakhir kali mempertahankan gelar saat menang dengan angka mutlak atas petinju Argentina, Fernando Saucedo, di Jakarta, 5 Desember 2010 itu mengatakan, meraih menang.

 "Saya tidak berani mengatakan apakah akan menang dengan angka atau menang KO. Tetapi yang jelas adalah menang atas Jordan," kata petinju yang sudah 13 kali mempertahankan gelarnya tersebut.

Pertarungan melawan Daud Jordan mendatang merupakan pertarungan ke-14 Chris John untuk mempertahankan gelarnya sejak merebut dari tangan petinju Kolombia, Oscar Leon, pada pertarungan ad-interim di Bali, Oktober 2003.

Pertarungan perebutan di Kemayoran Jakarta mendatang dipromotori oleh Raja Sapta Oktohari yang juga menjadi promotor saat Chris John bertarung melawan Fernando Saucedo di Jakarta, 5 Desember 2010.

Pada pertarungan mendatang bakal diiringi empat partai tambahan ditambah dua partai yang menampilkan kalangan selebriti bertarung di atas ring.

Dari empat partai tambahan tersebut termasuk petinju Sasana Mirah Boxing Camp, Sahlan Karol melawan petinju Heri Andriyanto di kelas 61,2 kilogram.  Sahlan pernah menjadi mitra tanding Chris John saat persiapan menghadapi Fernando Saucedo.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau