Warga Keluhkan Drainase Kota yang Buruk

Kompas.com - 16/03/2011, 16:21 WIB

BANDARLAMPUNG, KOMPAS.com - Sejumlah warga Bandarlampung menilai drainase di pinggir jalan di kota itu buruk, dan mengharapkan pemerintah setempat untuk memperbaikinya.

"Drainase di sejumlah jalan Kota Bandarlampung lebih tinggi dari jalan. Akibatnya, ketika hujan deras air mengalir di jalan sehingga menggerusnya," kata Taufik R, warga Labuhanratu, Bandarlampung, Rabu (16/3/2011).

Ia mencontohkan, Jalan Nusantara cepat mengelupas karena selain kualitas pengerjaan kurang bagus, juga dipercepat dengan derasnya air.

Selain memperbaiki badan jalan, bahu jalan dan drainase harus diperhatikan, agar air dapat lancar menuju selokan. "Tapi, celakanya posisi selokan lebih tinggi dibandingkan jalan. Ini kendalanya," ujarnya.

Warga Labuhandalam, Bandarlampung Ardi mengatakan, pengerjaan selokan melalui proyek dari pemerintah setempat banyak yang tidak memperhatikan fungsinya.

"Fungsi selokan untuk mengalirkan air, yang salah satunya dari jalan. Tetapi pembuatannya lebih tinggi dari jalan," katanya.

Selain itu, pengerjaan selokan di tepi jalan pun terlihat asal-asalan dengan kualitas buruk.

"Coba lihat hampir di setiap proyek pemerintah kualitasnya buruk. Jangankan memperhatikan kerapihan, adukan semennya saja setelah kering diinjak bisa ambrol, apalagi kalau terkena roda mobil," ujarnya.

Karena itu, harus ada pihak yang memperhatikan pengerjaan sejumlah proyek di Kota Bandarlampung agar lebih berkualitas, tahan lama dan sesuai fungsinya.

Sementara itu, pantauan di Jalan Teuku Umar Bandarlampung, selokan di depan sejumlah ruko ditutup semen untuk akses kendaraan.

Akibatnya, ketika hujan air yang jatuh di pelataran pertokoan langsung mengalir ke jalan raya, dan terus menuju daerah lebih rendah seperti mengarah ke depan Makam Pahlawan sebelum berakhir di salah satu saluran air di sana.

Wali Kota Bandarlampung Herman HN sejak dilantik langsung melakukan aksi pembersihan sungai dan selokan, guna memperlancar arus air guna menghindari banjir dan menjaga kebersihan serta kesehatan.

Namun, menurut sejumlah warga, tidak diteruskan oleh satuan kerja di bawahnya atau masyarakat, sehingga program tersebut belum optimal.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau