China Garap Dua Pabrik Gula

Kompas.com - 17/03/2011, 03:38 WIB

Guangzhou, Kompas - Para pemegang saham PT Industri Gula Nusantara menggandeng badan usaha milik negara China untuk menggarap dua proyek besar pembangunan pabrik gula terpadu di Blora, Jawa Tengah, dan Sambas, Kalimantan Barat. Kedua proyek tersebut bakal menelan investasi hingga Rp 4,7 triliun.

Direktur Utama PT Industri Gula Nusantara (PT IGN) Kamadjaya, Rabu (16/3), seusai penandatanganan nota kesepahaman (MOU) pada Selasa malam dengan mitranya BUMN China, GuangDong Agribusiness (GDA) Group Corporation di Guangzhou, China, mengungkapkan, pada tahap awal PG yang akan dibangun di Blora berkapasitas 4.000 ton tebu per hari (TCD).

Investasi menelan biaya 100 juta dollar AS. Tahap selanjutnya kapasitas akan ditingkatkan dua kali lipat menjadi 8.000 TCD. Sebagian besar tebu akan dipasok oleh petani. Lahan inti milik perusahaan sekitar 20 persen atau antara 3.000 hektar dan 4.000 hektar dalam bentuk hak guna usaha. Saat ini lahan HGU yang sudah didapat sekitar 1.000 hektar.

Adapun total luas pertanaman tebu di Blora dan sekitarnya saat ini mencapai 2.500 hektar. Sebelum PG beroperasi, tebu dipasok ke IGN di Cepiring, Jawa Tengah. Pada 18 April nanti, mulai dibangun pergudangan sebagai transit tebu dari Blora ke IGN di Cepiring.

Komisaris IGN Khaterine Hendrik mengatakan, untuk pengembangan PG di Sambas, saat ini mereka sudah mengantongi izin lokasi lahan perkebunan seluas 17.000 hektar. Harapannya lahan yang dikelola nantinya mencapai 30.000 hektar.

Khusus Sambas, sebagian besar (10.000 hektar lahan) akan dimanfaatkan untuk pertanaman tebu. Selebihnya untuk karet dan hortikultura. Nilai investasinya sama. Hanya ada tambahan dana investasi 30 juta dollar AS untuk pembangunan jalan.

Kerja sama pembangunan dua PG antara pemegang saham IGN di bawah bendera PT Gendhis Multi Manis untuk Blora dan PT Permata Hijau Resource di Sambas dengan BUMN China, dituangkan dalam MOU, Selasa malam. MoU ditandatangani Kamadjaya selaku Direktur Utama PT GMM dan PT PHR dengan Deputi Direktur Bureau of Zhanjiang State Farm Huang Guogiang.

Dalam MoU disebutkan untuk pendirian PG terpadu di Blora, GMM akan bertindak sebagai investor dan penyedia lahan tebu sedangkan GuangDong Aribusiness (GDA) Group Corporation sebagai kontraktor pabrik, penyedia bibit tebu, dan dukungan teknologi.

Adapun proyek PG terpadu di Sambas, PHR bertugas sebagai penyedia lahan dan bangunan pabrik. Sementara GDA mengupayakan pengadaan mesin pabrik dan teknologi. Untuk proyek Sambas dalam bentuk kerja sama, sedangkan PG Blora dengan pola putar kunci (turn key project).

Huang Guogiang menyebutkan prospek bisnis gula menjanjikan. Hal tersebut ditandai dengan terjadinya defisit yang cukup tajam antara pasokan dan permintaan, baik di Indonesia maupun China.

Komisaris IGN Andreas B Utomo mengatakan, pihaknya berpengalaman menghidupkan kembali PG Cepiring dan mengelolanya hingga menguntungkan. ”Kami memiliki visi yang sama. Pembangunan PG juga akan menyerap tenaga kerja, mengatasi defisit kebutuhan gula dan menekan pengeluaran devisa untuk impor gula,” katanya.

GDA sendiri merupakan BUMN China terbesar di Guangdong yang bergerak di bidang agrobisnis. Mereka juga mengelola rumah sakit, perguruan tinggi dan restoran. GDA juga telah mengembangkan sayap usaha di Malaysia, Thailand, dan Indonesia.

Perusahaan negara itu saat ini mengoperasikan 12 PG berkapasitas 3.000 ton-10.000 ton dengan total produksi 750.000 ton-800.000 ton per tahun.

(HERMAS E PRABOWO dari Guangzhou, China)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau