Baiknya Minum Berapa Gelas Air Putih Setiap Pagi?

Kompas.com - 17/03/2011, 14:22 WIB

KOMPAS.com - Seorang rekan Kompas Female pernah berbagi cerita kesehariannya. Di dekat kamarnya yang terletak di lantai dua rumahnya terdapat dispenser air. Menurutnya, ia butuh dispenser itu karena setiap bangun tidur ia harus minum air setidaknya 4-5 gelas. Hal ini sudah ia lakukan sejak ia masih anak-anak. Alasannya, sejak kecil orangtuanya mengharuskan ia minum air setiap pagi sebanyak itu supaya tubuhnya melakukan detoksifikasi. Tetapi, apakah aman melakukan hal ini?

Dalam kesempatan konferensi pers kampanye "Mulai Hidup Sehat dari Sekarang" besutan Danone Aqua, dr Samuel Oetoro, MS, SpGK mengungkap bahwa dalam sehari tubuh kita setidaknya butuh asupan 2 liter air putih supaya bisa terus bergerak dan beraktivitas. "Tujuh puluh persen organ tubuh kita memiliki kandungan air. Otak mengandung air yang paling banyak, sehingga ia butuh asupan air. Jika tubuh kita mengalami dehidrasi, otak bisa mengalami keterlambatan berpikir (lemot). Tak hanya masalah kognisi (daya berpikir) yang terpengaruh ketika terjadi dehidrasi, tetapi juga masalah fisik dan mood," jelas dr Samuel.

Mengenai kebiasaan untuk minum air putih setelah bangun tidur, dr Samuel mengutarakan, "Umumnya kita tidur sekitar 6-8 jam setiap malam. Selama tidur tanpa terbangun selama itu, kita tidak minum, tentunya terjadi defisit air. Saat tidur pun tubuh terus bekerja memperbaiki sel dan terjadi pula penguapan. Memang disarankan untuk minum air putih sebanyak 2 liter dalam sehari. Tetapi ini bukan berarti diminum sekaligus. Di pagi hari, begitu bangun, minum 1-2 gelas air sudah cukup."

Apa yang terjadi jika kita minum air dalam jumlah banyak sekaligus? "Air yang kita minum akan masuk ke pencernaan lalu diserap oleh pembuluh darah. Ketika kita minum air dalam jumlah banyak secara sekaligus, yang terjadi adalah volume cairan darah akan bertambah. Darah akan melewati jantung dan ginjal. Artinya, beban kerja jantung mendadak bertambah berat, begitu juga ginjal. Dengan beban kerja yang berlebihan jika dilakukan bertahun-tahun maka akan terjadi masalah kesehatan di kemudian hari. Memang, setiap kita minum air banyak-banyak, saat tes kesehatan, seperti gula darah dan kolesterol, kesannya tidak tinggi dan terlihat normal. Padahal, itu bisa terjadi karena keduanya terlarut volume air putih. Masalah utama dan nilai gula darah atau kolesterol itu jadi tidak terdeteksi dengan benar. Minum 1-2 gelas air saja sudah cukup, karena fungsinya untuk mengembalikan cairan tubuh yang terhilang saat tidur," papar dr Samuel.

Dr Samuel mengingatkan untuk minum air cukup sekitar 2 liter per hari, kalau pun ada aktivitas berlebihan, bisa ditambahkan hingga 2,5-3 liter per hari dengan cara minum bertahap. Misal, pagi 1 gelas (250 ml), setelah sarapan 1 gelas, sebelum olahraga 1 gelas, setelah beraktivitas minum lagi, dan teruskan hingga mencapai 8 gelas per hari hingga sebelum tidur.

Diakui dr Samuel, kebiasaan untuk minum 2 liter setiap hari bukan hal yang mudah, tetapi bisa dilakukan, "Sering-sering minum secukupnya sebelum merasa haus, dan jadikan kebiasaan. Lama kelamaan secara tidak sadar otak akan memerintahkan tubuh untuk mengambil minum. Mulai dari sekarang untuk hidup sehat supaya tetap sehat hingga kemudian hari. Lakukan sekitar 6-8 minggu berturut-turut secara ketat, maka tubuh akan merasakan kebutuhannya untuk minum secara otomatis."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau