Kunjungan

Van Bronckhorst Batal "Pulang Kampung"

Kompas.com - 17/03/2011, 14:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan kapten tim nasional Belanda di Piala Dunia 2010, Giovanni van Bronckhorst, batal "pulang kampung" ke Indonesia. Menurut panitia penyelenggara, hal ini terjadi karena adanya kendala kesiapan teknis.

Awalnya, Van Bronchrost dijadwalkan berkunjung ke Indonesia dari 17 hingga 20 Maret mendatang. Pemain yang pernah membela Arsenal dan Barcelona itu juga dijadwalkan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia datang dalam Program Indonesia Tanah Air Beta, yaitu program yang mendatangkan 20 pemain bola Belanda yang berdarah Indonesia, khususnya Maluku.

"Panitia Indonesia Tanah Air Beta telah memutuskan untuk menunda sampai dengan waktu yang belum ditentukan kedatangan Giovanni van Bronckhorst di Indonesia. Penundaan ini berkaitan dengan kondisi kesiapan teknis penyelenggara kegiatan," tulis pernyataan resmi Staf Khusus Presiden, Velix Wanggai, yang diterima Kompas.com.

"Untuk itu kedatangan Giovani akan dijadwalkan dalam waktu dekat melalui pembicaraan dengan managemen Giovanni van Bronckhorst. Kami mohon maaf kepada para pecinta bola yang telah kangen menyaksikan kehadiran Giovannie," tulis pernyataan resmi tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau