Wabah

Demam Berdarah Terus Landa Pangasinan

Kompas.com - 17/03/2011, 16:16 WIB

KOTA DAGUPAN, KOMPAS.com - Bahkan pada saat musim kemarau ini, demam berdarah terus berkembang mencemaskan di Provinsi Pangasinan, Filipina. Informasi ini  diperoleh dari statistik yang dikumpulkan oleh Pusat Medis Regiona1 (R1MC) sejak Januari, tahun ini.     Hal ini diungkapkan oleh Dr Michael Pupuh, juru bicara R1MC. Ia mengatakan catatan masuk rumah sakit mereka menunjukkan sedikitnya 174 orang telah menderita demam berdarah dari Januari hingga 9 Maret tahun ini.

Lebih lanjut, dia memaparkan, sedikitnya 100 orang dirawat di R1MC untuk demam berdarah selama Januari, 57 lainnya pada Februari dan 17 dari tanggal 1-9 Maret. Dari 174 pasien yang dirawat di R1MC untuk demam berdarah sejak Januari, 64 berasal dari Dagupan, daerah berpenduduk paling padat di Pangasinan.     Catatan R1MC juga menunjukkan bahwa Dagupan menduduki puncak dalam jumlah kasus DB di Pangasinan tahun lalu, diikuti oleh Mangaldan, 53, dan Mangatarem, 40, kata Pupuh. Statistik tahun terakhir Pangasinan juga menunjukkan DB banyak ditemukan di area padat penduduk.     Canto mengatakan bahwa sejak DB tidak lagi merupakan penyakit musiman tapi kejadian sepanjang tahun, ada kebutuhan mendesak untuk mengadopsi tindakan pencegahan pada sepanjang tahun.

   
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau