KOTA DAGUPAN, KOMPAS.com - Bahkan pada saat musim kemarau ini, demam berdarah terus berkembang mencemaskan di Provinsi Pangasinan, Filipina. Informasi ini diperoleh dari statistik yang dikumpulkan oleh Pusat Medis Regiona1 (R1MC) sejak Januari, tahun ini. Hal ini diungkapkan oleh Dr Michael Pupuh, juru bicara R1MC. Ia mengatakan catatan masuk rumah sakit mereka menunjukkan sedikitnya 174 orang telah menderita demam berdarah dari Januari hingga 9 Maret tahun ini.
Lebih lanjut, dia memaparkan, sedikitnya 100 orang dirawat di R1MC untuk demam berdarah selama Januari, 57 lainnya pada Februari dan 17 dari tanggal 1-9 Maret. Dari 174 pasien yang dirawat di R1MC untuk demam berdarah sejak Januari, 64 berasal dari Dagupan, daerah berpenduduk paling padat di Pangasinan. Catatan R1MC juga menunjukkan bahwa Dagupan menduduki puncak dalam jumlah kasus DB di Pangasinan tahun lalu, diikuti oleh Mangaldan, 53, dan Mangatarem, 40, kata Pupuh. Statistik tahun terakhir Pangasinan juga menunjukkan DB banyak ditemukan di area padat penduduk. Canto mengatakan bahwa sejak DB tidak lagi merupakan penyakit musiman tapi kejadian sepanjang tahun, ada kebutuhan mendesak untuk mengadopsi tindakan pencegahan pada sepanjang tahun.