Perampokan ATM di Padang Terkait Teror?

Kompas.com - 17/03/2011, 23:01 WIB

PADANG, KOMPAS.com — Jaringan pelaku tindakan teror yang belakangan ini terjadi diwaspadai terkait dengan tindak pidana pembobolan sejumlah mesin ATM di Kota Padang yang diungkap pada akhir September tahun lalu.

Kepala Puslabfor Bareskrim Polri Brigjen (Pol) Andayono menyampaikan hal itu saat upacara serah terima jabatan Kapolda Sumbar kepada Brigjen (Pol) Wahyu Indra Pramugari di Markas Polda Sumbar, Kota Padang, Kamis (17/3/2011).

Andayono yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Sumbar mengatakan, sepanjang dirinya menjabat setidaknya ada empat kasus besar yang berhasil ditangani Polda Sumbar. Masing-masing adalah pengungkapan kasus uang palsu, pelaksanaan pilkada serentak, pembobolan ATM, dan penanganan bencana gempa dan tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai.

"Pembobolan ATM ada link dengan teror," kata Andayono saat menyampaikan pidatonya.

Namun, ia mengatakan, keterkaitan tindak pidana pembobolan mesin ATM itu dengan tindakan teror yang belakangan ini kembali marak baru sebatas kemungkinan belaka. "Perlu diwaspadai saja," kata Andayono.

Disinggung soal jaringan tertentu pelaku teror yang kemungkinan terkait dengan pembobolan mesin ATM itu, Andayono juga belum memastikannya. "Teroris itu susah," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Sumbar Brigjen (Pol) Wahyu Indra Pramugari mengatakan, dirinya akan terlebih dahulu memetakan potensi ancaman di Sumbar terkait dengan sinyalemen tersebut. "Kita akan konsolidasi dan melihat informasi-informasi dari masyarakat," ujarnya.

Direktur Reskrim Polda Sumbar Komisaris Besar Dwi Riyanto pada hari yang sama memastikan, hingga sejauh ini kasus pembobolan mesin-mesin ATM di Kota Padang baru terindikasi sebagai tindak pidana kriminal murni. "Sempat dicurigai terkait teror karena kasus perampokan bank yang di Medan kan seperti itu. Karena kita di Padang lokasinya relatif berdekatan, maka sempat diwaspadai," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau