Riset pasar

Belanja Iklan Peritel Naik Dua Kali Lipat

Kompas.com - 18/03/2011, 03:38 WIB

Jakarta, Kompas - Sepanjang tahun 2010 belanja iklan peritel di Indonesia tercatat Rp 81 miliar, atau naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Sebanyak 85 persen di antaranya dialokasikan untuk iklan melalui surat kabar karena sifat toko atau pasar bersifat lokal.

”Semakin banyak toko modern yang memasang iklan melalui koran. Untuk toko-toko skala besar dan jumlahnya menyebar, selain lewat koran mereka juga pasang iklan melalui TV,” kata Teguh Yunanto, Direktur Eksekutif dari Retail Measurement Services Nielsen, di Jakarta, Kamis (17/3).

Teguh mengatakan, peningkatan belanja iklan tersebut juga didorong pertumbuhan toko modern, yang sebagian besar ditopang oleh minimarket. Tahun 2010, toko modern tumbuh 38 persen dengan jumlah 18.152 toko. Dari jumlah tersebut sebanyak 16.922 toko berupa minimarket. Untuk hipermarket pertumbuhannya tercatat 23 persen atau sebanyak 154 toko. Toko dengan format supermarket justru mengalami penurunan sebesar 6 persen.

Sekitar 78 persen toko modern berada di Pulau Jawa. Meskipun toko modern mengalami pertumbuhan pesat, secara umum jumlah toko mengalami penurunan sebesar 1,3 persen. Data 2010 menunjukkan jumlah toko menurun, dari 2.558.000 toko menjadi 2.524.111 toko.

”Ada sebagian toko yang tutup karena tidak mampu bersaing dengan toko lainnya,” katanya.

Secara terpisah, Ketua Perhimpunan Riset Pemasaran Indonesia Syafriel mengatakan, anggaran belanja riset pasar perusahaan-perusahaan lokal di Indonesia baru menyentuh level 5 persen.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan perusahaan multinasional yang sudah menyentuh level 10 persen. Padahal, riset pasar menjadi kebutuhan penting bagi kelangsungan penjualan sebuah produk. (ENY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau